https://dev-alb-jkt.lifepod.id/dmp?nw=SSP&clientId=imUQagXzHv

berita   24 August 2021 - 14:41 wib

Ramai Dikritik, KPK Buka Suara Soal Napi Koruptor Jadi Penyuluh Korupsi

Setelah ramai pemberitaan soal Narapidana dijadikan penyuluh korupsi, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) bereaksi. KPK membantah isu tersebut.

"Para narapidana korupsi ini akan diminta untuk memberikan testimoni tentang pengalamannya selama menjalani proses hukum, baik dampaknya bagi dirinya sendiri, keluarga maupun dalam kehidupan sosialnya," kata Plt Juru Bicara (Jubir) Bidang Pencegahan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Ipi Maryati Kuding.

"Dengan membagikan pengalaman pahit tersebut, diharapkan menjadi pembelajaran bagi masyarakat dan mengajak masyarakat untuk tidak mengikuti jejaknya melakukan tindak pidana korupsi melalui cerita pengalaman yang menyentuh hati masyarakat," imbuhnya.

Sejauh ini sudah ada tujuh narapidana kasus korupsi dari Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Tangerang dan Sukamiskin yang memenuhi kriteria untuk dimintai testimoninya. Sebanyak tujuh narapidana tersebut diketahui sedang melaksanakan proses asimilasi dan masa tahanannya akan segera berakhir.

"Tentu, berbeda dengan penyuluh antikorupsi. Untuk menjadi penyuluh antikorupsi tersertifikasi harus mendapatkan pengakuan kompetensi yang dilakukan secara sistematis dan objektif melalui uji kompetensi yang mengacu kepada Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (SKKNI) Bidang Penyuluh Antikorupsi," katanya.

Sebelumnya, rencana KPK menggandeng napi korupsi sebagai penyuluh korupsi menuai kontra.

Mantan Wakil Ketua KPK Bambang Widjojanto merasa aneh KPK rekrut koruptor jadi penyuluh anti Korupsi. Sementara para insan KPK yang jebloskan koruptor di penjara dihabisi."Mati ketawa ala pimpinan KPK. Eks Koruptor direkrut untuk jadi penyuluh.Tapi, insan KPK yang berjasa jebloskan koruptor justru di TWK kan dan dihabisi. Apakah kita sedang ditinggikan-kedunguannya?" kritik Bambang melalui akun Twitternya.

Politisi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Mardani Ali Sera juga ikut menyuarakan kritiknya."Bismillah,KPK berencana menggandeng napi koruptor utk penyuluhan anti korupsi. Program yg amat ironis jk melihat yg KPK lakukan trhdp pegawainya, spt nasib 75 pegawai KPK yg disingkirkan melalui TWK. Ketika pegawai2 tsb 'divonis' tidak bs diperbaiki, tp koruptor justru sebaliknya," ujar Mardani, dikutip dari Twitter @MardaniAliSera.

Selain itu, Mardani menyatakan bahwa pendekatan pendidikan anti korupsi yang dicanangkan KPK justru tidak memiliki kaitan sedikit pun dalam upaya pencegahan tindak pidana korupsi."Program yg seakan2 menempatkan koruptor sebagai korban, padahal mereka merupakan bagian dari kejahatan elite yg didominasi mafia politik, peradilan & dari demokrasi yg transaksional. Siapa yang sebenarnya menjadi korban dari kejahatan korupsi?" tandasnya.

Komentar (0)

komentar terkini

Belum Ada Komentar

Berita Terkait

berita-headline

Viral

Jadi Sorotan Dewas dan Pimpinan, Deputi Penindakan Buka Suara Soal Kasus Korupsi Nindya Karya

Deputi Penindakan dan Eksekusi Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Karyoto mengungkapkan, Dewan Pe
berita-headline

Viral

Cerita Eks Pegawai KPK Sehari-hari Hidup Ditemani Teror

Teror menjadi bagian yang tak terpisahkan dalam kehidupan para mantan pegawai KPK baik tatkala ma
berita-headline

Viral

Dipecat Firli Bahuri Cs, Kader NU Sang 'Raja OTT' Dagang dan Mengajar Mengaji di Pesantren

Harun Al Rasyid, merupakan salah satu dari 57 pegawai Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang tak
berita-headline

Viral

KPK Geledah Rumah Dinas dan Kantor Bupati Kuansing

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) langsung melakukan penggeledahan terkait Operasi Tangkap Tanga
berita-headline

Viral

KPK Usut Kasus Baru, Korupsi Tanah Sekolah SMKN 7 Tangerang Selatan

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) membuka penyelidikan kasus baru. Kasusnya adalah dugaan korups