https://dev-alb-jkt.lifepod.id/dmp?nw=SSP&clientId=imUQagXzHv

berita   25 August 2021 - 16:40 wib

Sekolah Tatap Muka di DKI Digelar Pekan Depan

Meski penerapan PPKM di DKI Jakarta kembali diperpanjang, namun pemerintah menurunkan level PPKM ibu kota dari level 4 ke level 3. Turunnya level PPKM ini menjadikan warga Jakarta mendapat kelonggaran untuk melakukan aktivitas.

Salahsatunya adalah kegiatan pembelajaran tatap muka (PTM) atau sekolah tatap muka yang sudah sekian lama tidak digelar selama pandemi Covid-19. Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan pun telah mengeluarkan Keputusan Gubernur Nomor 1026 Tahun 2021 tentang Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat Level 3.

Salah satu isi dari keputusan menyebutkan pembelajaran tatap muka terbatas dan/atau pembelajaran jarak jauh dapat kembali dilaksanakan dengan ketentuan berdasarkan Keputusan Bersama Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Menteri Agama, Menteri Kesehatan dan Menteri Dalam Negeri.

Satuan pendidikan yang melaksanakan PTM terbatas dilaksanakan dengan kapasitas 50 persen, kecuali untuk SDLB, MILB, SMPLB, SMLB, dan MALB maksimal 62 persen sampai dengan 100 persen. Sedangkan untuk Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) maksimal 33 persen dan tentunya semua wajib menjaga jarak minimal 1,5 meter dan maksimal 5 peserta didik per kelas.

Humas Dinas Pendidikan DKI Jakarta Taga Radja Gah menjelaskan pelaksanaan pembelajaran tatap muka terbatas akan dilakukan di sekolah yang sebelumnya sudah menggelar uji coba beberapa bulan lalu. "Untuk tatap muka DKI rencananya hasil rapat, tanggal 30 Agustus sudah mulai," katanya.

Menurut dia, sebanyak 610 sekolah akan siap melaksanakan belajar tatap muka terbatas mulai dari jenjang SD hingga SMK. Adapun sistem yang akan diterapkan tidak jauh berbeda dari yang sebelumnya telah dilakukan sejak April 2021 lalu.

"Selang-seling Senin, Rabu, Jumat (tatap muka). Selasa dan Kamis semprot disinfektan, durasi belajar maksimal sampai jam 12 (siang)," jelasnya.

Menanggapi kesiapan pemerintah akan melakukan pembelajaran tatap muka, Wakil Sekretaris Jenderal Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Jejen Musfah menyambut baik rencana pembelajaran tatap muka di wilayah yang status PPKM sudah di level 3.

Karena selama pandemi Covid-19, dirinya meyakini ada kebosanan yang terjadi, baik guru, siswa/siswi bahan orangtua. Karena itu sekolah tatap muka bisa dilakukan dengan catatan, sesuai protokol kesehatan (prokes) yang ketat.

"Menyiapkan tempat cuci tangan dan masker. Jika tidak disiplin dalam prokes, sekolah bisa menjadi klaster penyebaran virus," katanya.

Komentar (0)

komentar terkini

Belum Ada Komentar

Berita Terkait

berita-headline

Viral

Sekolah Tatap Muka di Bekasi Terapkan Ganjil-Genap

Tak hanya untuk pengendara roda empat, aturan ganjil-genap ternyata juga diterapkan sekolah di ko
berita-headline

Viral

Sekolah Tatap Muka Diharap Bentuk Satgas Covid-19

Dengan dimulainya sekolah tatap muka di wilayah PPKM Level 1-3 tentu membuat kekhawatiran orangtu
berita-headline

Viral

Ada Siswa Terpapar Covid-19, Sekolah Wajib Tutup 3 Hari

Saat ini sejumlah daerah telah melakukan sekolah tatap muka atau pembelajaran tatap muka (PTM) te
berita-headline

Viral

80 Persen Sekolah di Bogor Sudah Tatap Muka

Setelah Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) dilonggarkan, paras pelajar di Kabupat
berita-headline

Viral

Masih Ada Sekolah Belum Berani Tatap Muka, Ini Kata Wapres

Meski sudah masuk kategori Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) di bawah level 4, n