https://dev-alb-jkt.lifepod.id/dmp?nw=SSP&clientId=imUQagXzHv

berita   27 August 2021 - 15:27 wib

Raksasa Teknologi Dukung Rencana Keamanan Siber AS

Beberapa perusahaan teknologi terkemuka AS telah berkomitmen untuk mendukung rencana pertahanan keamanan siber dengan menginvestasikan miliaran dolar AS.

Mengutip Associated Press, Google berkomitmen untuk menginvestasikan US$10 miliar (sekitar Rp144 triliun) dalam keamanan siber selama lima tahun ke depan. Investasi ini ditujukan untuk membantu mengamankan rantai pasokan perangkat lunak dan memperluas program zero trust security.

Sementara itu, Microsoft mengatakan akan menginvestasikan US$20 miliar (sekitar Rp288 triliun) dalam keamanan siber selama lima tahun ke depan. Perusahaan juga akan menyediakan US$150 juta (sekitar Rp2 triliun) dalam layanan teknis untuk membantu pemerintah daerah meningkatkan pertahanan mereka.

Perusahaan teknologi lainnya seperti IBM, berencana melatih 150.000 orang dalam keamanan siber selama tiga tahun. Apple akan mengembangkan program baru untuk membantu memperkuat rantai pasokan teknologi dan Amazon akan menawarkan kepada publik pelatihan seputar pengetahuan keamanan siber.

Pada Rabu (25/8/2021) waktu setempat, Presiden AS Joe Biden mengadakan pertemuan dengan para eksekutif perusahaan teknologi, termasuk eksekutif lainnya seperti perwakilan dari industri keuangan, sektor energi, pendidikan, dan asuransi.

Pertemuan yang berlangsung di Gedung Putih tersebut membahas tentang pertahanan keamanan siber menyusul serangan ransomware pada beberapa waktu lalu yang menargetkan infrastruktur penting dan perusahaan besar, serta operasi dunia maya terlarang lainnya yang telah dikaitkan oleh otoritas AS dengan peretas asing.

Pemerintahan Presiden Biden mendesak sektor swasta untuk mengambil tindakan lebih lanjut guna melindungi dari serangan siber. Presiden Biden juga menyebut keamanan siber sebagai 'tantangan keamanan nasional inti' bagi AS.

"Kenyataannya adalah sebagian besar infrastruktur penting kami dimiliki dan dioperasikan oleh sektor swasta, dan pemerintah federal tidak dapat menghadapi tantangan ini sendirian," kata Presiden Biden.

"Saya mengundang Anda semua ke sini hari ini karena Anda memiliki kekuatan, kapasitas, dan tanggung jawab, saya yakin, untuk meningkatkan standar keamanan siber," tambahnya.

Meski Presiden Biden beserta para eksekutif swasta membicarakan serangan ransomware, seorang pejabat senior administrasi mengatakan kepada Associated Press bahwa pertemuan tersebut juga memiliki tujuan yang lebih luas, yakni identifikasi terhadap akar penyebab segala jenis aktivitas berbahaya di dunia maya dan langkah yang akan dilakukan sektor swasta untuk membantu meningkatkan keamanan siber.

Komentar (0)

komentar terkini

Belum Ada Komentar

Berita Terkait

berita-headline

Inersia

Laman Pencarian Google Bakal Dijejali Konten TikTok dan Instagram

Google dilaporkan sedang dalam pembicaraan dengan ByteDance dan Facebook untuk membawa video Inst
berita-headline

Viral

China Tuding AS Manfaatkan Taiwan untuk Perang Terbuka

China menuding As sengaja memanfaatkan Taiwan untuk perang terbuka. Zhang Jun, Duta Besar China u
berita-headline

Inersia

Q2 2021, Apple Masih Kuasai Pasar Smartwatch Global

Apple mempertahankan statusnya sebagai penguasa pasar smartwatch global pada kuartal kedua
berita-headline

Inersia

Mayoritas Survei dari 5000 Orang Mengaku iPhone 13 Tidak Menarik

Dalam laporan survei yang dilakukan SellCell mengungkapkan bahwa deretan iPhone 13‌ yang baru din
berita-headline

Viral

Taiwan Bisa Jadi Pemicu Perang Terbuka AS-China

Hubungan AS dan China makin memanas dan kemungkinan bakal berujung dengan perang terbuka.