https://dev-alb-jkt.lifepod.id/dmp?nw=SSP&clientId=imUQagXzHv

berita   30 August 2021 - 02:40 wib

Menkes Apresiasi Vaksinasi bagi Masyarakat di Kaki Gunung

Perkumpulan organisasi pecinta alam yang tergabung dalam Mandalawangi Bergerak membantu program vaksinasi Pemerintah hingga ke permukiman penduduk di kaki gunung. Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin pun mengapresiasi kegiatan tersebut.

"Kami sangat berterima kasih dengan Mandalawangi Bergerak. Karena memang kami mengalami kesulitan untuk melaksanakan vaksinasi di daerah pinggiran apalagi daerah-daerah yang sudah semakin terpencil seperti masyarakat di puncak gunung atau masyarakat adat," kata Menkes Budi dalam keterangan tertulisnya.

Menkes Budi menyebut keterlibatan lintas program dan sektor sangatlah penting untuk membantu Pemerintah menyukseskan program vaksinasi nasional COVID-19.

Mandalawangi Bergerak merupakan perkumpulan dari organisasi pecinta alam Mapala Universitas Indonesia (UI) dan Wanadri. Mereka berpartisipasi dalam mempercepat vaksinasi nasional dengan berinisiatif menggelar program 'Vaksinasi Masyarakat Kaki Gunung'.

Pada tahap pertama, kegiatan ini dilaksanakan di Mandala Wangi Camping Ground, Cibodas, Cianjur, Jawa Barat, pada 28-29 Agustus 2021 dengan menyasar sekitar 1.000 masyarakat.

Kegiatan tersebut digagas melalui kerja sama dengan pengelola Taman Nasional Gunung Gede Pangrango (TNGGP) dan Dinas Kesehatan Kabupaten Cianjur.

Menurut Menkes Budi, kegiatan itu diharapkan mendekatkan layanan vaksinasi kepada masyarakat untuk memperluas serta mendorong animo dalam mendapatkan vaksin COVID-19.

Dia berharap program 'Vaksinasi Masyarakat Kaki Gunung' dapat diperluas ke daerah lain untuk menekan laju penularan serta angka kematian akibat COVID-19.

"Saya mengimbau kalau bisa jangan di sini saja, tapi semua wisata-wisata pengunungan yang lain juga didatangi oleh teman-teman Mandalawangi dan melakukan hal yang sama," kata Menkes Budi.

Sementara itu, Ketua Mandalawangi Bergerak Rahmi Hidayati mengaku siap memperluas jangkauan 'Vaksinasi Masyarakat Kaki Gunung' di jalur-jalur pendakian lainnya.

Diungkapkan Rahmi, rencananya kegiatan vaksinasi di Cibodas ini akan dijadikan sebagai percontohan untuk kegiatan lanjutan yang sedang direncanakan berlangsung di pos pendakian Salabintana dan Gunung Putri.

Dia mengatakan animo masyarakat dalam wisata mendaki gunung di Jawa Barat masih relatif tinggi di tengah pandemi, sehingga dibutuhkan upaya antisipasi penularan COVID-19 kepada penduduk sekitar.

"Ini sebagai bentuk kecintaan kita terhadap masyarakat di kaki gunung yang sudah mendukung kita naik gunung. Karena kalau kita tidak peduli dengan masyarakat sekitar sini, mereka nanti bisa saja terkena," kata Rahmi.

Dia menambahkan, selain mendorong percepatan kekebalan kelompok, gerakan tersebut hadir untuk mempercepat pemulihan sektor pariwisata dan ekonomi masyarakat di sekitar kaki gunung.

"Alhamdulillah vaksinasi di TNGGP sebagai kegiatan pertama kita dapat berjalan dengan baik berkat dukungan dari berbagai pihak termasuk dari Menteri Kesehatan dalam penyediaan vaksin. Kebetulan kita juga sudah memiliki program untuk 10 program, saat ini kita sedang siapkan," ucap Rahmi.

Komentar (0)

komentar terkini

Belum Ada Komentar

Berita Terkait

berita-headline

Viral

Asyik, Penyintas Covid-19 Tak Perlu Nunggu Lama untuk Vaksin

Para penyintas covid-19 tidak perlu lagi menungu lama untuk vaksin sampai tiga bulan. Hal ini men
berita-headline

Viral

Studi: Vaksin Ketiga COVID-19 Tingkatkan Imunitas 10 Kali Lipat

Vaksin ketiga COVID-19 bisa meningkatkan perlindungan imunitas 10 kali lipat terhadap infeksi, de
berita-headline

Viral

53 Juta Orang Sudah Divaksinasi Dosis Lengkap

Jumlah masyarakat Indonesia yang sudah menerima vaksin lengkap COVID-19 (dosis pertama dan kedua)
berita-headline

Viral

Menag Pastikan Program Vaksinasi untuk Santri Terus Berjalan

Menteri Agama (Menag) Yaqut Cholil Qoumas memastikan program vaksinasi untuk jutaan santri terus
berita-headline

Viral

Sudah 42,5 Juta Warga Indonesia Peroleh Vaksin Lengkap

Satuan Tugas Penanganan COVID-19 mencatat bahwa hingga hari ini, Selasa (14/9/2021), sebanyak 42.