Selasa, 27 September 2022
01 Rabi'ul Awwal 1444

Vladimir Putin Tantang Barat Kalahkan Rusia

Jumat, 08 Jul 2022 - 20:09 WIB
Putin Tantang Barat
(ist)

Presiden Rusia Vladimir Putin menantang negara-negara Barat untuk mengalahkan Rusia di medan perang.

Ia memperingatkan bahwa pergerakan Rusia yang berlangsung di Ukraina saat ini bisa dibilang ‘baru saja mulai’.

“Hari kini kita dengar bahwa mereka ingin mengalahkan kita di medan pertempuran. Kita bisa bilang apa, biarkan mereka mencobanya,” kata Putin seperti dilansir Reuters, Jumat (8/7/2022).

Ia mengeluarkan pernyataan itu ketika menyampaikan pidato di depan para pemimpin parlemen –pertama kali sejak perang dengan ukraina mulai berkobar lebih dari empat bulan lalu.

Putin memperingatkan bahwa masa depan perundingan akan meredup jika konflik berlarut-larut.

“Kita sudah sering mendengar bahwa Barat ingin memerangi kita untuk membela semua warga Ukraina. Ini adalah tragedi bagi rakyat Ukraina, tapi tampaknya semua mengarah ke sana,” ujarnya.

Baca juga
Presiden Pertama Uni Soviet Mikhail Gorbachev Tutup Usia

Rusia menuding Barat mengobarkan perang proksi dengan menggempur ekonominya dengan serentetan sanksi serta meningkatkan pasokan persenjataan canggih untuk Ukraina.

Putin mengatakan jelas bahwa sanksi-sanksi Barat menimbulkan berbagai kesulitan, namun ‘sama sekali tidak seperti yang diperkirakan oleh para penggagas serangan ekonomi terhadap Rusia’.

Kendati sesumbar bahwa Rusia baru saja melangkah, Putin masih membuka kemungkinan bagi perundingan.

“Semua orang harus tahu bahwa, pada umumnya, kita belum memulai apa pun dengan sungguh-sungguh… Pada saat yang sama, kami tidak menolak pembicaraan perdamaian,” ujar Putin.

“Tetapi mereka yang menolaknya harus tahu bahwa semakin jauh, semakin sulit bagi mereka untuk bernegosiasi dengan kita,” kata Putin, menambahkan.

Baca juga
Ancaman Invasi 16 Februari, Ukraina Keluarkan Perintah Bersatu

Sementara itu, kepala juru runding Ukraina, Mykhailo Podolyak, pekan ini di Twitter menyebutkan syarat-syarat yang diajukan pihaknya untuk dapat melanjutkan pembicaraan.

“Gencatan senjata. Penarikan pasukan Z. Kembalikan para warga negara yang diculik. Serahkan para penjahat perang. Mekanisme perbaikan kerusakan. Pengakuan atas hak kedaulatan Ukraina,” kata Podolyak.

Sejak meluncurkan invasi ke Ukraina pada 24 Februari, pasukan Rusia telah menguasai banyak wilayah di negara itu, termasuk merebut Luhansk di Ukraina timur pada Minggu (3/7).

Tetapi, pergerakan pasukan Moskow sejauh ini lebih lambat dibandingkan dengan yang diperkirakan para analis. Pasukan itu dipukul mundur saat berupaya merebut ibu kota Ukraina, Kiev, dan kota utama kedua, Kharkiv.

Tinggalkan Komentar