Sabtu, 02 Juli 2022
03 Dzul Hijjah 1443

Wacana Hukuman Mati, Jaksa Agung Ditantang Eksekusi Pinangki

Minggu, 31 Okt 2021 - 22:33 WIB
Penulis : Anton Hartono
Wacana Hukuman Mati, Jaksa Agung Ditantang Eksekusi Pinangki - inilah.com
foto istimewa

Kejaksaan Agung ditantang untuk melakukan hukuman mati terhadap anggotanya yang terlibat korupsi. Ini terkait dengan wacana Jaksa Agung ST Burhanuddin yang akan menuntut hukuman mati bagi koruptor.

Pengamat Kejaksaan Fajar Trio mengaku mendukung wacana tersebut, selama diimbangi dengan kualitas dan profesionalitas serta integritas penegakan hukum yang dilakukan kejaksaan.

“Jika kondisi penegakan hukum masih banyak transaksional, ya nggak adil rasanya ada hukuman mati. Cina saja yang sudah menerapkan hukuman mati, koruptornya masih banyak berkeliaran. Artinya peghukuman mati untuk koruptor belum efektif,” kata Fajar.

Karena itulah ia menantang Jaksa Agung ST Burhanuddin, untuk mencoba menghukum mati anak buahnya yang terlibat kasus korupsi. “Semisal Pinangki, yang jelas-jelas merusak marwah kejaksaan. Berani nggak dia?” ujarnya.

Baca juga
Kejagung Kerahkan Tujuh JPU Pantau Penyidikan Kasus DNA Pro

Selain wacana hukuman mati bagi koruptor, Jaksa Agung juga ramai dibicarakan terkait dugaan identitas ganda serta ijazah palsu. Mantan politisi Partai Demokrat Ferdinand Hutahaean mengaku sudah lama mendengar isu dugaan identitas ganda tersebut.

“Kalau apa yang menjadi isu selama ini terbukti, saya pikir saudara Burhanudin sebagai Jaksa Agung harus legowo mengundurkan diri atau diganti,” katanya.

Ia pun menyarankan agar Jaksa Agung menjelaskan secara terbuka kepada publik terkait dugaan identitas ganda hingga latar belakang akademiknya. “Jangan sampai presiden kita mengangkat seorang Jaksa Agung yang patut diduga identitas-identitasnya dan gelar-gelar akademik palsu,” tandasnya.

Tinggalkan Komentar