Jumat, 02 Desember 2022
08 Jumadil Awwal 1444

Wagub Bali Sebut Harga Tiket Pesawat Mahal Jadi Penyebab Anjloknya Wisatawan

Kamis, 22 Sep 2022 - 14:25 WIB
Penulis : Ajat M Fajar
Wagub Bali Sebut Harga Tiket Pesawat yang Mahal Jadi Penyebab Anjloknya Wisatawan
Wagub Bali

Wakil Gubernur Bali Tjok Oka Artha Ardhana Sukawati mengaku masih menunggu keputusan Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi untuk menindaklanjuti penurunan harga tiket pesawat.

Sebab dengan tingginya harga tiket pesawat saat ini cukup memberikan efek terhadap pariwisata Bali. Buktinya jumlah kunjungan wisatawan khususnya dari domestik turun usai harga tiket pesawat naik.

“Tidak terasa penurunannya karena di satu sisi kita promosi, di sisi lain ada kontra produktif harga tiket, tidak terlalu berpengaruh tapi seharusnya peningkatannya signifikan justru jadi tidak terkontrol sedikit gara-gara tiket,” ujar Wagub Bali di Kabupaten Badung, Kamis (22/9/2022).

Wakil Gubernur Bali yang akrab dipanggil Cok Ace itu mengatakan pihak sudah membicarakan hal ini dengan Kementerian Perhubungan soal dampak kenaikan harga tiket pesawat.

Baca juga
Menhub Budi Minta Proyek Pelabuhan Sanur Kelar September 2022

Namun hingga kini belum ada respon lebih lanjut dari Kementerian Perhubungan terkait ini, lantaran keputusan pusat juga bergantung dan dipengaruhi oleh kondisi global hari ini.

Dia menambahkan, kenaikan harga tiket pesawat yang tinggi saat ini mempengaruhi jumlah kunjungan terutama wisatawan domestik ke Pulau Dewata.

“Bisa kita lihat dari kunjungan wisatawan domestik terutama. Dulu domestik sangat jauh dengan wisatawan mancanegara, tapi sekarang dipepet. Kadang-kadang wisatawan mancanegara terbang 10 ribu per hari, domestik hanya bisa 11 ribu orang per hari,” katanya.

Selain itu, Cok Ace mengaku Pemprov Bali tengah gencar dalam mengembalikan kondisi melalui penyelenggaraan berbagai macam event untuk menggaet wisatawan.

Baca juga
Apa Kabar Pariwisata Pulau Dewata? The Nusa Dua Menjawab Begini

“Kalau kita melihat jumlah kunjungan wisatawan mancanegara ke Bali yaitu 10 ribu per hari, jadi itu masih di bawah kondisi sebelum COVID-19 yg dulu sekitar 17 ribu – 18 ribu. Sudah sekitar 60-70 persen yang datang tapi tidak langsung sejalan dengan tingkat hunian,” kata dia menjelaskan kondisi okupansi hotel di Bali.

Dari pantauannya, jika melihat okupansi hotel saat ini sejumlah hotel di Nusa Dua telah terisi 40-80 persen, bahkan ada event tertentu keterisiannya mencapai 100 persen.

Kendati demikian, dia menyadari bahwa pemerataan belum terjadi, di mana kawasan selain itu seperti Sanur, Kuta, Ubud, Lovina dan lainnya baru terisi tak lebih dari 20 persen, lantaran penetrasi baru dilakukan di Nusa Dua.

Tinggalkan Komentar