Senin, 15 Agustus 2022
17 Muharram 1444

Wagub DKI: Jakarta Lebih Siap Hadapi Gelombang Ketiga COVID-19

Selasa, 11 Jan 2022 - 03:40 WIB
Gelombang Ketiga
(ist)

Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria mengatakan bahwa pihaknya lebih siap menghadapi ancaman gelombang ketiga COVID-19 dengan belajar dari gelombang-gelombang sebelumnya.

Kesiapan itu, menurut Riza, diperlihatkan dengan mempersiapkan tenaga kesehatan, fasilitas kesehatan, obat-obatan, hingga oksigen dan terus diamatinya situasi yang sedang terjadi saat ini, termasuk varian Omicron yang sedang terjadi.

“DKI sudah mempersiapkan tidak hanya sekarang, tapi tahun lalu juga ada (prediksi) potensi kemungkinan gelombang tiga,” kata Wagub di Balai Kota Jakarta, Senin (10/1/2022).

Sementara itu, anggota DPRD Jakarta dari Fraksi PDI Perjuangan, Gilbert Simanjuntak, mengingatkan varian Omicron sebaiknya diwaspadai oleh Pemprov DKI.

Ia berpendapat antisipasi perlu dilakukan meski gejala Omicron diklaim tidak seberat varian Delta yang menyebabkan gelombang kedua COVID-19 di pertengahan 2021.

Baca juga
Yaya Mulyana Jabat Plt Wali Kota Bandung

Saat itu, kata Gilbert, varian Delta membuat kapasitas rumah sakit penuh dan membuat kesulitan masyarakat.

Angka kasus dengan tren yang naik ini, menurut Gilbert, sebaiknya diwaspadai karena akan kemungkinan menyebar dengan cepat, terlebih Omicron bisa menginfeksi masyarakat yang sudah tervaksinasi.

“Masyarakat juga harus diingatkan kemungkinan kasus infeksi Omicron naik lagi dan menimbulkan gelombang ketiga,” ujarnya.

Diketahui, jumlah kasus aktif di Jakarta naik sejumlah 281 kasus, sehingga jumlahnya menjadi sebanyak 1.874 orang per Minggu, 9 Januari 2022.

Dinas Kesehatan DKI Jakarta menyebutkan 1.415 orang dari jumlah kasus aktif ini adalah pelaku perjalanan luar negeri.

Baca juga
Mesut Ozil Dikabarkan Setuju Merapat ke Rans Cilegon FC, Berapa Maharnya?

Sedangkan, kasus positif baru berdasarkan hasil tes PCR bertambah 393 orang sehingga total 867.302 kasus, yang mana 294 di antaranya adalah pelaku perjalanan luar negeri.

Selain itu, Dinkes DKI Jakarta juga mencatat saat ini di Jakarta terdapat 407 orang terinfeksi varian Omicron dengan 86 persennya atau sebanyak 350 orang adalah pelaku perjalanan luar negeri, sedangkan 57 lainnya adalah transmisi lokal.

Dari jumlah total kasus positif, total orang dinyatakan telah sembuh sebanyak 851.839 dengan tingkat kesembuhan 98,2 persen dan total 13.589 orang meninggal dunia dengan tingkat kematian 1,6 persen.

Untuk positivity rate atau persentase kasus positif sepekan terakhir di Jakarta sebesar 2 persen, sedangkan persentase kasus positif secara total sebesar 11 persen.

Tinggalkan Komentar