Sabtu, 28 Mei 2022
27 Syawal 1443

Wagub DKI: Pasien Fasilitas Isoter tak Dibatasi Asal Daerahnya

Fasilitas Isoter

Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria menegaskan bahwa pasien yang masuk ke fasilitas isolasi terkendali (isoter) di Jakarta tidak dibatasi oleh asal daerah dari pasien tersebut.

Ia mengatakan bahwa pihaknya siap membantu daerah-daerah di sekitar Jakarta membutuhkan tempat isolasi bagi warganya jika fasilitas mereka terisi penuh.

“Sebetulnya ini ‘kan kemanusiaan, kami tidak pernah membedakan. Kalau daerah mereka masing-masing tidak ada atau fasilitasnya penuh, tentu kami siap membantu,” kata Riza di Balai Kota Jakarta, Selasa malam (15/2/2022).

Fasilitas isolasi terkendali di Jakarta sendiri, kata Riza, saat ini tersedia enam lokasi dan siap menambah lagi lokasi isolasi jika dibutuhkan, mulai dari rumah susun, gelanggang olahraga, hingga wisma-wisma pusat pendidikan dan latihan.

Baca juga
Tebus Kesalahan, Menpora Kirim Tim Negosiator ke Badan Doping Dunia

“Untuk lokasi isoter, kami sudah siapkan enam tempat yang belum semua terpakai. Prinsipnya DKI menyiapkan tempat isolasi jika dibutuhkan,” tuturnya.

Pemprov DKI Jakarta telah menyiapkan enam lokasi isoter bagi pasien COVID-19 dengan kategori orang tanpa gejala (OTG), gejala ringan, dan tidak memiliki komorbid. Sementara itu, pasien bergejala sedang, berat, dan kritis diharuskan dirawat di rumah sakit.

Tempat tidur di enam isolasi terpusat yang disediakan sebanyak 921 unit dengan perincian 77 tempat tidur di Cik’s Mansion (terpakai 10), 194 di Graha Wisata Ragunan (terpakai 6), 100 di Graha Wisata Taman Mini Indonesia Indah (terpakai 46).

Baca juga
IHSG Diprediksi masih Menghijau Namun Sulit Terjadinya Aksi 'Window Dressing'

Berikutnya 150 di Lembaga Penjaminan Mutu Pendidikan-LPMP (belum terpakai), 100 di Masjid Raya KH Hasyim Ashari (terpakai 17), dan 100 di Wisma Adhyaksa Puri Loka (terpakai 32).

Tinggalkan Komentar