Senin, 15 Agustus 2022
17 Muharram 1444

Wagub: DKI Terapkan ‘Micro Lockdown’ Sesuai Data Penularan

Senin, 10 Jan 2022 - 15:34 WIB
micro lockdown
(ist)

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menerapkan pembatasan wilayah skala mikro atau ‘micro lockdown’ sesuai fakta dan data penularan COVID-19 termasuk varian Omicron.

“Bisa saja dilakukan ‘lockdown’ lokal di tempat tertentu nanti kita akan tindaklanjuti lagi, kami akan lihat situasi kondisinya sesuai fakta dan data yang ada,” kata Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria di Taman Menteng, Jakarta, Senin (10/1/2022).

Riza tidak membeberkan detail syarat penerapan penguncian wilayah skala mikro namun diperkirakan seperti penerapan pembatasan kegiatan masyarakat yang sempat dilakukan pada periode sebelumnya.

“Prinsipnya semua bekerja yang terbaik, memastikan warga tidak terpapar virus,” katanya.

Riza meminta masyarakat untuk tetap menerapkan protokol kesehatan dan membatasi aktivitas di luar rumah, kecuali untuk kegiatan tugas dan sekolah.

Baca juga
Menyambut Level IHSG 7.000 di Tengah Jatuhnya Harga Komoditas

“Tetap hati-hati tempat terbaik tetap di rumah, tidak perlu keluar rumah, terlebih yang orang berusia lebih dari 60 tahun, anak-anak di bawah sembilan tahun, kami minta tetap ada di rumah,” ucapnya.

Pemprov DKI Jakarta mencatat hingga 9 Januari 2022, total kasus positif aktif COVID-19 yang dirawat dan diisolasi mencapai 1.885 orang terdiri atas 1.415 Pelaku Perjalanan Luar Negeri (PPLN) atau 75,1 persen dan sisanya 470 orang non PPLN.

Dari jumlah kasus positif aktif itu, sebanyak 407 di antaranya kasus positif varian Omicron dengan rincian PPLN sebanyak 350 orang atau 86 persen dan 57 orang lainnya transmisi lokal.

Sementara itu, untuk pembatasan aktivitas di Jakarta saat ini sedang dilaksanakan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Level 2 dengan sejumlah pembatasan kegiatan masyarakat.

Baca juga
Sinyal Suku Bunga AS Naik Agresif, IHSG Siap-siap Tiarap

Pembatasan kegiatan masyarakat itu di antaranya untuk kegiatan di sektor non esensial maksimal 50 persen bagi pegawai sudah vaksin untuk kerja di kantor atau ‘work from office’ (WFO).

Sektor esensial beroperasi dengan kapasitas 50-75 persen dan sektor kritikal maksimal 100 persen dari kapasitas.

Untuk supermarket, hipermarket, pasar tradisional, toko kelontong, dan pasar swalayan beroperasi hingga pukul 21.00 WIB dengan kapasitas 75 persen pengunjung.

Restoran dan kafe, baik yang ada di lokasi terbuka atau di dalam mal buka hingga pukul 21.00 WIB dengan kapasitas 50 persen.

Untuk restoran dan kafe dengan jam operasional malam hari dimulai dari jam 18.00 hingga 00.00 WIB dengan kapasitas 50 persen.

Baca juga
Ramai Pawang Hujan MotoGP Mandalika, Fadli Zon: Kita Juga Perlu Pawang Utang

Kegiatan di mal, pusat perbelanjaan, dan pusat perdagangan buka dengan kapasitas 50 persen dengan jam operasional hingga pukul 21.00 WIB.

Kemudian fasilitas umum yakni area publik, taman umum, tempat wisata umum, dan area publik buka dengan kapasitas 25 persen.

Tinggalkan Komentar