Wajib PCR dan Karantina, Biaya Umrah Naik 30 Persen

Wajib PCR dan Karantina, Biaya Umrah Naik 30 Persen - inilah.com
foto istimewa

Himpunan Penyelenggara Haji dan Umrah (Himpuh) memperkirakan adanya kenaikan biaya umrah untuk jemaah asal Indonesia sebesar 30 persen dari biaya yang sudah ditetapkan yakni Rp26 juta.

Kenaikan itu mengikuti adanya kebijakan dari pemerintah Arab Saudi yang mewajibkan jemaah asal Indonesia untuk terlebih dulu menjalani proses karantina selama lima hari. Ini dikhususkan bagi jemaah yang mendapatkan vaksin Sinovac.

Tak hanya itu, kewajiban untuk menyertakan bukti tes PCR bagi penumpang pesawat terbang juga menjadi salah satu faktor kenaikan. Hal ini diungkapkan oleh Ketua Himpuh Budi Darmawan saat memberikan gambaran untuk persiapan keberangkatan jemaah umrah.

“Kenaikan bukan dari harga paketnya, tetapi karena aturan-aturan yang dibuat baik itu dari karantinanya, PCR di Indonesia maupun asuransi, PCR yang harus diterapkan oleh pemerintah Saudi,” ujarnya.

Baca juga  PCR Jadi Beban Rakyat, Pemerintah Harus Transparan Soal Harga

Menurutnya, para jemaah yang sebelumnya telah melakukan pembayaran kepada Penyelenggara Perjalanan Ibadah Umrah (PPIU) sebaiknya menghitung kembali biaya yang harus dikeluarkan. Apakah sudah termasuk biaya untuk karantina selama lima hari dan biaya tes PCR?

Budi menjelaskan, jika tarif yang sudah ditetapkan sebesar Rp26 juta maka biaya yang disiapkan sekitar Rp30 jutaan. “Itu hanya sekadar gambaran yang harus dipersiapkan,” pungkasnya.

Diketahui, pemerintah Arab Saudi kembali membuka pintu untuk ibadah umrah bagi jemaah asal Indonesia dengan berbagai syarat ketentuan yang wajib diikuti, mulai dari vaksin, tes PCR hingga karantina. Kebijakan itu menjadi hal yang wajib demi menghindari terjadinya penularan Covid-19.

Baca juga  Stiker Jaga Jarak di Masjidil Haram dan Nabawi Dicopot

Berikut skema pemberangkatan jemaah umrah yang telah disepakati Asosiasi PPIU dan Direktorat Jenderal Penyelenggaraan Haji dan Umrah (PHU) Kementerian Agama RI.
– Jemaah umrah melakukan screening kesehatan 1×24 jam sebelum berangkat
– Pelaksanaan screening kesehatan meliputi pemeriksaan kesehatan, pemeriksaan vaksinasi Covid-19, meningitis, dan pemeriksaan swab PCR
Asrama haji menyediakan akomodasi, konsumsi, dan transportasi untuk memfasilitasi keberangkatan jemaah.
– Pengawasan pelaksanaan screening kesehatan dilaksanakan oleh Kementerian Kesehatan Boarding, pemeriksaan imigrasi, dan pemeriksaan ICV dilaksanakan di Asrama Haji

Sedangkan skema untuk pemulangan jemaah umrah yakni,
– Melakukan pemeriksaan PCR di Arab Saudi maksimal 3×24 jam sebelum keberangkatan kepulangan
– Saat kedatangan di Indonesia, jemaah dilakukan PCR
– Pelaksanaan karantina dilaksanakan di asrama haji selama 5×24 jam
– Asrama haji menyediakan akomodasi, konsumsi, dan transportasi bagi jemaah umrah saat kepulangan
Saat hari ke-4 jemaah dilakukan PCR (exit test), dan bila hasilnya negatif, jemaah dapat pulang kembali ke rumah masing-masing.

Baca juga  Belum Buka Semuanya, Krisdayanti Sudah Dipanggil Fraksi PDIP

Namun hingga saat ini masih belum ada kepastian waktu untuk keberangkatan bagi para jemaah umrah asal Indonesia.

Tinggalkan Komentar