Wajib Tahu! Solusi Aman Biar Nggak Terjerat Pinjaman Online

Wajib Tahu! Solusi Aman Biar Nggak Terjerat Pinjaman Online - inilah.com
(ist)

Perkembangan teknologi digital, membuat semakin ramainya aplikasi pinjaman online dengan sarat manfaatnya yang makin beragam karena menjawab kebutuhan pendanaan yang dibutuhkan masyarakat yang mengalami kesulitan untuk mengakses produk dan layanan perbankan.

khususnya pada jasa keuangan dalam bentuk layanan pinjam-meminjam uang berbasis teknologi informasi (financial technology peer-to-peer lending atau fintech lending), menjadi salah satu solusi dalam memenuhi kebutuhan masyarakat terhadap akses keuangan yang mudah dan cepat. Namun dalam fenomena sekarang keberadaanya cenderung merugikan masyarakat karena menerapkan bunga pinjaman yang besar, hingga sistem penagihan utang yang meresahkan.

Dikutip dari laman ojk.go.id,  Otoritas Jasa Keuangan (OJK) telah mengeluarkan Peraturan OJK Nonor 77/POJK.01/2016 tentang Layanan Pinjam Meminjam Uang Berbasis Teknologi Informasi sebagai dasar hukum fintech lending di Indonesia. POJK ini mewajibkan semua platform yang menjembatani usaha pinjam-meminjam uang harus memiliki izin dan terdaftar di OJK.

Dengan terdaftar dan berizin ini, penyelenggara fintech lending diharuskan beroperasi sesuai peraturan yang berlaku dan OJK dapat melakukan pengawasan sekaligus melakukan fungsi perlindungan konsumen.

OJK juga telah menunjuk Asosiasi Fintech Pendanaan Bersama Indonesia (AFPI) sebagai asosiasi yang menaungi seluruh penyelenggara fintech lending, menyusun code of conduct, dan melakukan pembinaan terhadap anggotanya.

Baca juga  Peringkat FIFA: Belgia Masih di Puncak, Indonesia Naik 10 Tingkat

Fintech lending yang terdaftar dan berizin di OJK hingga 27 Juli 2021 sebanyak 121 perusahaan dengan akumulasi penyaluran pinjaman sampai 31 Mei 2021 tercatat sebesar Rp 207,07 triliun.

Sebelum menggunakan fintech lending, baik untuk meminjam maupun berinvestasi, penting untuk memeriksa legalitasnya melalui Kontak 157 yang bisa dihubungi di nomor telepon 157 atau melalui layanan Whatsapp 081157157157. Masyarakat juga dapat melihat daftarnya di situs web www.ojk.go.id. Langkah ini agar masyarakat tidak terjebak penawaran pinjaman daring (online) ilegal. Satgas Waspada Investasi (SWI) yang diketuai oleh OJK sejak 2018 sampai Juli 2021 berhasil menutup 3.365 pinjaman daring ilegal.

Tips untuk peminjam

Sebelum mengajukan pinjaman ke fintech lending, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan oleh masyarakat, antara lain:

1. Cek legalitas penyelenggara fintech lending ke OJK. Waspadai pinjaman daring ilegal yang menggunakan nama atau logo menyerupai fintech lending yang resmi.

2. Peruntukan dana pinjaman disarankan untuk kepentingan produktif, bukan konsumtif.

3. Hindari meminjam dalam jumlah besar. Pinjaman disesuaikan dengan kebutuhan dan kemampuan yang dimiliki. Jangan melakukan praktik ”gali lubang” dan ”tutup lubang” pinjaman. Ingat, utang harus dibayar.

Baca juga  Fadil Imran Siap Jadi Striker Baru Arsenal

4. Peminjam penting untuk memastikan rekam jejak platform, seperti alamat kantor, layanan konsumen, dan pengurusnya. Bandingkan penawaran dari berbagai platform yang ada.

5. Teliti dan pahami syarat serta ketentuan yang ditetapkan oleh platform, misalnya besar bunga, cicilan, dan denda yang dikenakan. Apabila ada informasi yang kurang jelas, jangan sungkan untuk mengajukan pertanyaan ke bagian pelayanan konsumen platform. Bukti percakapan hendaknya disimpan.