Wajib Tes PCR, Pemerintah jangan Berbinis dengan Rakyat Sendiri

Wajib Tes PCR, Pemerintah jangan Berbinis dengan Rakyat Sendiri - inilah.com
Anggota DPR Luqman Hakim. ist

Wakil rakyat di Senayan meminta pemerintah tidak mencari untung dari rakyat dengan mewajibkan tes polymerase chain reaction (PCR) untuk tranportasi udara.

“Tugas pemerintah bukan cari untung dengan berbisnis kepada rakyatnya sendiri,” tegas anggota DPR dari fraksi PKB Luqman Hakim kepada Inilah.com, Rabu (27/10/2021).

Luqman mengaku geram dengan kebijakan pemerintah yang mewajibkan tes PCR untuk penumpang pesawat. Menurutnya masih banyak alternatif tes Covid-19 yang lebih terjangkau oleh masyarakat.

Apalagi pemerintah juga mewacananakan akan menerapkan aturan itu untuk semua jenis transportasi.

“Kenapa harus tes PCR? Kenapa tidak tes yang lain? Banyak ahli yang berpendapat, untuk deteksi covid-19 bisa dipakai tes rapid antigen atau GeNose yg harganya jauh lebih murah dan terjangkau rakyat. Kalau ada yang murah, kenapa pemerintah memilih yang mahal,” katanya.

Baca juga  Pimpin Restorative Justice, Kapolsek Balaraja Damaikan Kasus Karyawan vs Atasan

Luqman pun meminta pemerintah lebih fokus mempercepat cakupan vaksinasi covid-19, agar target 208 juta penduduk divaksin dosis lengkap segera tercapai.

“Apabila target ini tercapai dalam waktu dekat, harapan terbentuknya kekebalan komunal akan terwujud,” tandasnya.

Seperti diketahui pemerintah mewajibkan tes PCR bagi penumpang pesawat domestik. Bahkan pemerintah berencana akan menerapkan aturan itu untuk semua jenis transportasi.  Sesuai arahan Presiden Jokowi, harga tes PCR turun dari harga tertinggi Rp1,5 juta menjadi Rp300 ribu. Namun harga ini dinilai masih sangat mahal dibandingkan negara India yang hanya Rp160 ribu. Pertanyan juga muncul berapa harga PCR sebenarnya karena bisa ditekan hingga ke angka Rp300 ribu.

Baca juga  Jadi Syarat Wajib, Tes PCR di Bandara Soetta Dibanderol Rp495 Ribu

Tinggalkan Komentar