Senin, 15 Agustus 2022
17 Muharram 1444

Waketum MUI Beri Selamat Gus Yahya Terpilih Jadi Ketum PBNU

Jumat, 24 Des 2021 - 14:50 WIB
Penulis : Ibnu Naufal
Wakil ketua Umum MUI Anwar Abbas - inilah.com
Wakil ketua Umum MUI Anwar Abbas

Wakil Ketua Umum (Waketum) Majelis Ulama Indonesia (MUI) Buya Anwar Abbas memberikan ucapan selamat atas terpilihnya Miftachul Akhyar sebagai Rais Aam dan KH Yahya Cholil Staquf atau Gus Yahya sebagai Ketua Umum Tanfidziyah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) periode 2021-2026. Ia berharap, dengan pimpinan baru ini NU dapat lebih memperkuat kesatuan dan persatuan umat.

“Saya menyampaikan ucapan selamat atas terpilihnya bapak Kiai Miftahul Akhyar sebagai rais am PBNU dan Gus Yahya sebagai Ketum PBNU. Dengan harapan semoga kehadiran beliau berdua dalam puncak kepemimpinan NU akan bisa memperkuat  persatuan dan kesatuan kita di kalangan umat,” ucap Waketum MUI Buya Anwar kepada Inilah.com, Jumat (24/12).

Selain itu dia berharap, para pimpinan NU dapat menjaga kesatuan dan persatuan di kalangan warga bangsa sehingga diharapkan kontribusi NU dan umat Islam dalam memajukan bangsa dan negara akan semakin lebih meningkat lagi secara signifikan.

Baca juga
Begini Pandangan Waketum MUI Soal Fatwa Haram Beri Uang Pengemis

Hal itu, kata Ketua Pimpinan Pusat Muhammadiyah ini, agar negeri ini dapat menjadi negara yang maju, adil, dan makmur. Di mana rakyatnya dapat hidup dalam suasana kebersamaan yang tinggi serta bahagia, religius dan tunduk serta patuh kepada konstitusi.

Sebaga informasi, Miftachul Akhyar terpilih dengan hasil musyawarah sembilan anggota Ahlul Halli Wal Aqdi (AHWA). Ia sebelumnya menjabat sebagai Penjabat Rais Aam PBNU selepas Ma’ruf Amin maju dalam Pemilu Presiden 2019 lalu. Miftachul Akhyar merupakan Pengasuh Ponpes Miftachus Sunnah Kota Surabaya.

Sementara Gus Yahya secara voting terpilih menjadi Ketua Umum Tanfidziyah Nahdlatul Ulama Periode 2021-2026.

Baca juga
Stempel Riba Mengusik Layanan Paylater yang Lagi Booming

Gus Yahya terpilih kembali sebagai Ketua Umum PBNU setelah mengantongi 337 suara.

Unggul dari calon inkumben yakni KH Said Aqil Siradj yang hanya mendapatkan 210 suara.

 

 

Tinggalkan Komentar