Sabtu, 21 Mei 2022
20 Syawal 1443

Walkot Makassar Ancam Pidanakan Penimbun Minyak Goreng

Walkot Makassar Ancam Pidanakan Penimbun Minyak Goreng

Wali Kota atau Walkot Makassar Moh Ramdhan Pomanto ancam akan pidanakan penimpbun minyak goreng di saat kebutuhan sulit.

“Jadi saya kira, kami Pemkot Makassar, bersama TNI Pori, sekali lagi menegaskan menimbun (minyak goreng) di saat seperti ini adalah pidana,” tegas Ramdhan di sela pemantauan Hari Imlek tahun 2022, Selasa (1/2/2022).

Dia kembali menekankan apabila ditemukan ada oknum yang mencoba-coba menimbun minyak goreng di saat masyarakat butuh, tentu bersama aparat keamanan akan ditindak dan dikenakan pidana.

Menanggapi dengan harga minyak di pasar tradisional sejauh ini belum stabil sesuai Harga Eceran Tertinggi (HET) Rp14 ribu per liter. Hal ini merujuk Peraturan Menteri Perdagangan nomor 3 tahun 2022 tentang Penetapan Harga Minyak Goreng, kata pria disapa akrab Danny Pomanto ini segera melakukan langkah taktis.

Baca juga
DPR: 17 Februari Kita Sudah Punya Komisioner KPU-Bawaslu Periode 2022-2027

“Pemkot senantiasa siap melaksanakan pasar murah khusus untuk minyak goreng. Hal ini sesuai instruksi pak gubernur yang sudah memberikan statemen (mengatasi kelangkaan), sehingga kita ikut perintah gubernur,” papar Danny.

Walkot Makassar Ancam Pidanakan Karena Pemerintah Sudah Tetapkan Harga Eceran

Mengenai dengan HET harga minyak goreng yang sudah pemerintah pusat tetapkan untuk retail, namun berbeda penerapan di pasar-pasar tradisional, kata dia, memang mekanisme pasar seperti itu.

“Mekanisme pasar begitu, kalau ada stok, harga biasa, kalau stok kurang naik harga, permintaan juga naik. Penyakitnya menimbun, kalau di dapat menimbun, saya kira pihak kepolisian tidak main-main soal itu,” ucap Danny.

Baca juga
Diduga Provokator, Polisi Tangkap Aktivis Gejayan di Patung Kuda

Pedagang pasar tradisional, Ansar mengungkapkan, pedagang belum mau menjual minyak goreng sesuai HET yang di berlakukan pemerintah, mengingat stok yang masih ada modalnya saja tidak sampai harga jual.

“Kalau dijual segitu (Rp14 ribu per liter) kita pasti rugi, modalnya saja tidak dapat. Stok minyak masih ada, belum laku, karena kita mengikuti harga lama untuk kembalikan modalnya. Kalau pun dijual pasti kami merugi. Semoga segera ada solusinya,” harap dia.

Tinggalkan Komentar