Selasa, 17 Mei 2022
16 Syawal 1443

Wall Street Bergerak Liar Respons Kinerja Emiten, Geopolitik, dan The Fed

Wall Street - inilah.com
Foto: Istockphoto.com

Wall Street bergerak liar dan berakhir di zona merah pada penutupan Kamis atau Jumat (28/1/2022) pagi WIB. Indeks S&P 500 kembali gagal mengonfirmasi reli pada akhir sesi akibat aksi jual. Investor mencerna berita ekonomi yang positif dengan laba perusahaan yang beragam,ketegangan geopolitik dan prospek The Fed yang lebih hawkish.

Indeks Dow Jones Industrial Average merosot 7,31 poin atau 0,02 persen, menjadi menetap di 34.160,78 poin. Indeks S&P 500 kehilangan 23,42 poin atau 0,54 persen, menjadi berakhir di 4.326,51 poin. Indeks Komposit Nasdaq tergelincir 189,34 poin atau 1,4 persen, menjadi ditutup di 13.352,78 poin.

Dari 11 sektor utama di Indeks S&P 500, lima sektor berakhir di zona merah, dengan saham-saham consumer discretionary atau konsumer nonprimer mengalami penurunan persentase terbesar.

Ketiga indeks utama saham AS berakhir lebih rendah, setelah dikejutkan oleh ketidakpastian dalam beberapa hari terakhir, ditandai oleh fluktuasi yang luas dan volatilitas yang meningkat.

Baca juga
Morgan Stanley: The Fed Berpeluang Naikkan Suku Bunga Enam Kali pada 2022

Saham-saham berkapitalisasi kecil mengalami kesulitan, dengan indeks Russell 2000 sekarang lebih dari 20 persen di bawah rekor tertinggi 8 November, secara resmi mengkonfirmasikan bahwa indeks telah berada di pasar bearish sejak saat itu.

“Ini adalah pasar yang skizofrenia,” kata Ahli Strategi Portofolio Senior Ingalls & Snyder, Tim Ghriskey, di New York. “Ada orang yang percaya bahwa segala sesuatu yang negatif telah diabaikan dan ada orang lain yang percaya bahwa yang terburuk belum datang.”

“Ini adalah periode banyak ketidakpastian, sudah seperti ini sepanjang bulan,” tambah Ghriskey.

Di antara serentetan data ekonomi yang dirilis pada Kamis (27/1/2022), yang terdepan data PDB kuartal keempat menunjukkan ekonomi AS pada tahun 2021 tumbuh pada laju tercepat dalam hampir empat dekade menurut data Departemen Perdagangan.

Pasar bergerak setelah rilis pernyataan FOMC pada Rabu (26/1/2022) yang mempertahankan suku bunga utama mendekati nol, dan sesi tanya jawab berikutnya Ketua Fed Jerome Powell di mana ia tampaknya meningkatkan kemungkinan kenaikan suku bunga lebih banyak tahun ini dari yang diperkirakan sebelumnya, dimulai pada Maret.

Baca juga
Menteri Erick Tunjuk Dudung Jadi Komut Pindad Gantikan Andhika

Pasar berjangka dana federal sekarang memperkirakan hampir lima kenaikan suku bunga tahun ini setelah pernyataan Powell.

Sementara itu, ketegangan geopolitik memanas, ketika Rusia terus menambah pasukannya di sepanjang perbatasan Ukraina dan para diplomat berebut menghindari konflik di wilayah tersebut.

Musim pelaporan keuangan perusahaan kuartal keempat telah mencapai langkah penuh, dengan 145 perusahaan di S&P 500 telah melaporkan kinerja keuangannya. Dari jumlah tersebut, 79 persen telah memberikan hasil yang mengalahkan konsensus, menurut data Refinitiv.

Analis sekarang memperkirakan, secara agregat, pertumbuhan laba kuartal keempat secara tahun-ke-tahun sebesar 24,2 persen untuk S&P 500.

“Angka-angka dan terutama panduannya belum begitu menginspirasi dan itulah faktor yang membatasi kenaikan sejauh minggu ini,” kata Kepala Eksekutif Horizon Investment Services, Chuck Carlson, di Hammond, Indiana.

Baca juga
Berharap Sesuatu yang Baik Terjadi di Hari Terakhir Perdagangan Saham 2021

Tantangan rantai pasokan, mesin pendorong inflasi melalui pemulihan dari krisis kesehatan global, telah menjadi tema yang berulang di musim laporan keuangan ini.

Intel Corp mengutip masalah itu sebagai alasan di balik perkiraan laba kuartal pertama yang mengecewakan, yang membuat sahamnya jatuh 7,0 persen. Prospek buruk Intel membebani sektor yang lebih luas, mengirim indeks semikonduktor Philadelphia SE jatuh 4,8 persen, penurunan satu hari terburuk sejak 8 Maret 2021.

Saham Tesla Inc anjlok 11,6 persen setelah perusahaan memperingatkan bahwa masalah pasokan akan berlangsung sepanjang 2022. Saham saingannya Lucid Group dan Rivian Automotive juga terpuruk masing-masing 14,1 persen dan 10,5 persen.

Sebaliknya saham Netflix Inc melonjak 7,5 persen menyusul berita bahwa investor miliarder William Ackman telah mengumpulkan satu miliar dolar saham baru di perusahaan tersebut.

Tinggalkan Komentar