Selasa, 31 Januari 2023
09 Rajab 1444

Wall Street Cemaskan Kenaikan Suku Bunga Agresif, Dow Jones Tersungkur 526,47 Poin

Jumat, 11 Feb 2022 - 08:45 WIB
Penulis : Ahmad Munjin
Wall Street - inilah.com
Foto: Istockphoto.com

Wall Street turun tajam pada akhir perdagangan Kamis atau Jumat (11/2/2022) pagi WIB. Ini lantaran data harga konsumen AS alias inflasi datang lebih panas dari yang diperkirakan.

Kondisi tersebut diperparah dengan pejabat Federal Reserve yang menimbulkan kekhawatiran bank sentral AS akan menaikkan suku secara agresif untuk melawan inflasi.

Indeks Dow Jones Industrial Average anjlok 1,47 persen atau 526,47 poin, menjadi menetap di 35.241,59 poin. Indeks S&P 500 kehilangan 1,81 persen atau 83,10 poin, menjadi berakhir di 4.504,06 poin. Indeks Komposit Nasdaq tergelincir 2,1 persen atau 304,73 poin menjadi ditutup pada 14.185,64 poin.

Indeks Nasdaq untuk ketujuh kalinya tahun ini kehilangan lebih dari 2,0 persen dalam satu sesi. Nasdaq juga telah merosot sekitar 9,0 persen sejauh tahun ini dan indeks S&P 500 turun sekitar 5,0 persen.

Baca juga
Kecemasan Inflasi Benamkan Wall Street

Semua dari 11 sektor utama S&P 500 berakhir lebih rendah, dengan sektor teknologi tergelincir 2,75 persen dan real estat jatuh 2,86 persen memimpin penurunan.

Data Departemen Tenaga Kerja AS menunjukkan indeks harga konsumen (CPI) melonjak 7,5 persen bulan lalu pada basis tahun-ke-tahun, melampaui perkiraan ekonom sebesar 7,3 persen dan menandai kenaikan inflasi tahunan terbesar dalam 40 tahun.

Saham AS jatuh lebih jauh setelah Presiden Federal Reserve Bank St. Louis, James Bullard mengatakan data telah membuatnya “secara dramatis” lebih hawkish. Bullard, anggota pemungutan suara komite penetapan suku bunga Fed tahun ini, mengatakan dia sekarang menginginkan persentase penuh kenaikan suku bunga pada 1 Juli.

Baca juga
Aksi Realisasi Untung Bikin Harga Emas Turun 2,3 Dolar AS

“Inflasi cenderung kryptonite terhadap valuasi. Inflasi yang lebih tinggi menyebabkan pelipatgandaan tekanan, dan itulah yang kami alami saat ini,” kata Terry Sandven, kepala strategi ekuitas di U.S. Bank Wealth Management di Minneapolis.

“Volatilitas kemungkinan akan tetap ada sampai jumlah dan besarnya kenaikan suku bunga Fed lebih diketahui.”

Dalam beberapa menit dari komentar Bullard, kontrak berjangka suku bunga sepenuhnya memperkirakan kenaikan kisaran target Fed untuk suku bunga kebijakannya menjadi 1-1,25 persen pada akhir pertemuan kebijakannya pada Juni, dengan beberapa taruhan pada jalur kenaikan suku bunga yang lebih curam.

Saham pertumbuhan Megacap Tesla Inc, Nvidia dan Microsoft masing-masing kehilangan sekitar 3,0 persen.

Baca juga
IHSG Parkir Tipis di Zona Hijau Jelang Keputusan The Fed dan BI

Sementara itu, perusahaan AS terus melaporkan hasil kuartalan yang optimis. Dengan 78 persen dari perusahaan S&P 500 yang telah melaporkan hasil keuangannya mengalahkan perkiraan laba analis, menurut data Refinitiv.

Walt Disney Co melonjak 3,4 persen setelah mengalahkan perkiraan pendapatan dan laba di tengah penambahan pelanggan yang kuat dan kehadiran di taman hiburan AS.

Tinggalkan Komentar