Rabu, 29 Juni 2022
29 1444

Wall Street Ceria Respons Kenaikan Suku Bunga The Fed

Kamis, 16 Jun 2022 - 08:17 WIB
Penulis : Ahmad Munjin
Wall Street Ceria Respons Kenaikan Suku Bunga The Fed - inilah.com
Foto: iStockphoto.com

Wall Street reli menjadi berakhir lebih tinggi pada akhir perdagangan Rabu atau Kamis (16/6/2022) pagi WIB. Indeks S&P 500 menghentikan penurunan lima sesi setelah pengumuman kebijakan Federal Reserve.

Bank Sentral AS itu menaikkan suku bunga sesuai ekspektasi pasar untuk memerangi kenaikan inflasi tanpa memicu resesi.

Indeks Dow Jones Industrial Average terangkat 303,7 poin atau 1,00 persen, menjadi menetap di 30.668,53 poin. Indeks S&P 500 bertambah 54,51 poin atau 1,46 persen, menjadi berakhir di 3.789,99 poin. Indeks Komposit Nasdaq melonjak 270,81 poin, atau 2,5 persen, menjadi ditutup di 11.099,16 poin.

Federal Reserve (Fed) menaikkan suku bunga targetnya sebesar tiga perempat poin persentase, kenaikan suku bunga terbesar sejak 1994, dan memproyeksikan ekonomi yang melambat dan meningkatnya pengangguran di bulan-bulan mendatang.

Ekuitas bergejolak setelah pengumuman, sebelum jelas berbalik lebih tinggi setelah Ketua The Fed Jerome Powell mengatakan dalam konferensi persnya bahwa 50 basis poin atau 75 basis poin kemungkinan besar pada pertemuan berikutnya pada Juli, tetapi dia tidak mengharapkan kenaikan 75 basis poin menjadi menjadi umum.

Baca juga
Saham Apple dan Microsoft Lambungkan Wall Street, Dow Jones Meroket 371,65 Poin

“Begitu Ketua Fed mengatakan bahwa mungkin ada kenaikan serupa 75 basis poin pada pertemuan berikutnya, saat itulah pasar naik,” kata Kepala Strategi Investasi CFRA Research, Sam Stovall, di New York.

“Ini semacam mosi percaya bahwa Fed akhirnya sadar akan masalah inflasi dan bersedia mengambil sikap yang lebih agresif.”

Investor dengan cepat meningkatkan ekspektasi mereka bahwa bank sentral akan menaikkan suku bunga sebesar 75 basis poin (bps) selama beberapa hari terakhir menyusul angka harga konsumen yang lebih kuat dari perkiraan pada Jumat (10/6/2022). Sebelumnya telah diantisipasi secara luas bahwa Fed akan mengumumkan kenaikan 50 basis poin, perubahan cepat dalam ekspektasi telah memicu aksi jual hebat di pasar dunia.

Memicu ekspektasi untuk kenaikan yang lebih besar adalah perkiraan perubahan oleh analis di bank-bank besar, termasuk di JP Morgan dan Goldman Sachs, yang keduanya memproyeksikan kenaikan suku bunga 75 basis poin oleh The Fed. Investor sejak itu bergegas untuk untuk menilai kembali taruhan mereka.

Baca juga
Emas Keok Lantaran Keperkasaan Dolar AS Jelang Pertemuan The Fed

Meningkatnya kekhawatiran tentang lonjakan inflasi, biaya pinjaman yang lebih tinggi, pertumbuhan ekonomi yang melambat dan pendapatan perusahaan telah membuat ekuitas di bawah tekanan untuk sebagian besar tahun ini.

Pada Senin (13/6/2022) indeks acuan S&P 500 menandai penurunan lebih dari 20 persen dari rekor penutupan tertinggi terbaru, mengkonfirmasikan pasar bearish dimulai pada 3 Januari, menurut definisi yang umum digunakan.

Data ekonomi awal pada Rabu (15/6/2022) menunjukkan penjualan ritel AS secara tak terduga turun 0,3 persen pada Mei karena pembelian kendaraan bermotor menurun di tengah kekurangan dan rekor harga bensin yang tinggi menarik pengeluaran dari barang-barang lain, jauh dari ekspektasi kenaikan 0,2 persen.

“Sebagian besar poin data tambahan negatif, bahkan pagi ini angka penjualan ritel melemah hanya dalam empat hari kerja terakhir Anda memiliki sejumlah angka ekonomi negatif,” kata Kepala Strategi Pasar FL Putnam Investment Management, Ellen Hazen, di Wellesley, Massachusetts.

Di antara saham individu, Citigroup naik 3,52 persen sebagai salah satu yang berkinerja terbaik di indeks bank S&P 500 yang menguat 1,60 persen. Nucor Corp naik 2,41 persen setelah memperkirakan laba kuartal saat ini yang optimis karena permintaan baja yang kuat.

Baca juga
Wall Street Tersungkur, Awan Mendung masih Selimuti IHSG

Boeing Co melonjak 9,46 persen setelah China Southern Airlines Co Ltd melakukan penerbangan uji coba dengan pesawat 737 MAX untuk pertama kalinya sejak Maret, sebagai tanda kembalinya jet itu di China yang bisa membuat permintaan rebound.

Volume perdagangan di bursa AS mencapai 13,40 miliar saham, dibandingkan dengan rata-rata 11,79 miliar untuk sesi penuh selama 20 hari perdagangan terakhir.

Tinggalkan Komentar