Rabu, 01 Februari 2023
10 Rajab 1444

Wall Street Parkir di Zona Merah Lantaran Kecewa Data Ekonomi

Selasa, 02 Agu 2022 - 07:14 WIB
Penulis : Ahmad Munjin
Wall Street Parkir di Zona Merah Lantaran Kecewa Data Ekonomi - inilah.com
(Foto: iStockphoto.com)

Pelaku pasar saham di Amerika Serikat atau AS melihat kemungkinan resesi dan data ekonomi yang mengecewakan sehingga membatasi selera terhadap aset-aset berisiko. Wall Street pun merosot pada akhir perdagangan Senin atau Selasa (2/8/2022) pagi WIB.

Ini menghentikan kenaikan tiga hari berturut-turut dan menyerahkan beberapa keuntungan yang telah mereka cetak di minggu sebelumnya.

Indeks Dow Jones Industrial Average tergelincir 46,73 poin atau 0,14 persen, menjadi menetap di 32.798,40 poin. Indeks S&P 500 terpangkas 11,66 poin atau 0,28 persen, menjadi berakhir di 4.118,63 poin. Indeks Komposit Nasdaq melemah 21,71 poin atau 0,18 persen, menjadi ditutup di 12.368,98 poin.

Baca juga
Inilah Saham-saham Pilihan Senin, 30 Mei 2022

Tujuh dari 11 sektor utama S&P 500 berakhir di wilayah negatif, dengan sektor energi dan keuangan masing-masing merosot 2,18 persen dan 0,89 persen, memimpin penurunan. Sementara itu, sektor bahan pokok konsumen terangkat 1,21 persen, merupakan kelompok berkinerja terbaik.

Ketiga indeks utama Wall Street mengakhiri sesi bergejolak dengan sedikit lebih rendah pada hari pertama Agustus, menyusukl kenaikan persentase bulanan terbesar S&P 500 dan Nasdaq sejak 2020.

Pekan lalu, indeks Dow Jones naik 3,0 persen, sedangkan indeks S&P 500 dan Nasdaq masing-masing melonjak 4,3 persen dan 4,7 persen.

“Ini adalah konsolidasi,” kata Chuck Carlson, kepala eksekutif di Horizon Investment Services di Hammond, Indiana seperti dikutip Reuters. “Investor menunggu untuk melihat apakah kita bisa menindaklanjuti (kenaikan) atau melanjutkan tren penurunannya.”

Baca juga
Isyarat Suku Bunga dari Bos the Fed Buat Wall Street Pesta Pora

Di sisi ekonomi, Institute for Supply Management (ISM) mengatakan pada Senin (1/8/2022) bahwa indeks manajer pembelian (PMI), ukuran aktivitas manufaktur AS yang diawasi ketat turun menjadi 52,8 persen pada Juli dari 53 persen sebulan sebelumnya. Sementara angka di atas 50 persen menunjukkan ekspansi, angka terbaru adalah yang terendah sejak Juni 2020.

Laporan tersebut mengikuti rangkaian data dari Eropa dan Asia yang menunjukkan aktivitas pabrik melambat atau berkontraksi dalam menghadapi permintaan global yang berkurang dan inflasi yang terus-menerus.

Investor juga menunggu laporan pekerjaan Juli yang dijadwalkan untuk dirilis pada Jumat (5/8/2022).

Tinggalkan Komentar