Rabu, 29 Juni 2022
29 1444

Wall Street Turun Cerna Pernyataan The Fed Soal Inflasi dan Resesi

Kamis, 23 Jun 2022 - 06:07 WIB
Penulis : Ahmad Munjin
Wall Street Turun Cerna Pernyataan The Fed Soal Inflasi dan Resesi - inilah.com
Foto: iStockphoto.com

Wall Street sedikit lebih rendah pada penutupan Rabu atau Kamis (23/6/2022) pagi WIB setelah perdagangan bergejolak karena saham energi tertekan. Investor mencerna komentar Ketua Federal Reserve Jerome Powell tentang tujuan bank sentral untuk menurunkan inflasi yang tidak memicu resesi.

Indeks Dow Jones Industrial Average merosot 47,12 poin atau 0,15%, menjadi menetap di 30.483,13 poin. Sementara Indeks S&P 500 kehilangan 4,9 poin atau 0,13 persen, menjadi berakhir di 3.759,89 poin. Indeks Komposit Nasdaq ditutup melemah 16,22 poin atau 0,15 persen, menjadi 11.053,08 poin.

Sektor energi, yang telah menjadi pemain yang kuat tahun ini, anjlok 4,2 persen karena harga minyak turun. Penurunan saham Exxon Mobil, Chevron dan Conocophillips adalah hambatan individu terbesar pada S&P 500.

Baca juga
Inilah Saham-saham Pilihan Selasa 18 Januari 2022

Penurunan 0,4 persen di sektor teknologi kelas berat juga membebani pasar. Sementara itu, sektor real estat, perawatan kesehatan dan utilitas adalah sektor S&P 500 dengan keuntungan tertinggi. Real estat menguat 1,6 persen, perawatan kesehatan naik 1,4 persen dan utilitas bertambah 1,0 persen.

Menurunkan Inflasi tanpa Memicu Resesi

Setelah dibuka lebih rendah, indeks-indeks utama AS menghapus kerugian menyusul kesaksian Powell di hadapan komite Senat, tetapi kemudian memudar hingga penutupan.

Powell mengatakan The Fed ‘berkomitmen kuat’ untuk menurunkan inflasi yang berjalan pada level tertinggi 40 tahun. Pada saat yang sama, pembuat kebijakan tidak berusaha menyebabkan resesi dalam prosesnya.

Baca juga
Ekonom CORE Indonesia: Nasib Orang Miskin Semakin Apes

Investor mencoba menilai seberapa jauh saham bisa jatuh karena mereka mempertimbangkan risiko terhadap ekonomi dengan kenaikan suku bunga Fed untuk meredam lonjakan inflasi.

S&P 500 awal bulan ini turun lebih dari 20 persen dari tertinggi sepanjang masa Januari, mengkonfirmasi definisi umum dari pasar bearish, dengan indeks acuan pekan lalu mencatat penurunan persentase mingguan terbesar sejak Maret 2020.

“Pasar terus bergejolak,” kata King Lip, kepala strategi di Baker Avenue Asset Management di San Francisco. “Tentu saja kita belum keluar dari masalah… Kekhawatiran masih ada.”

Dalam berita perusahaan, saham Moderna Inc melonjak 4,7 persen setelah perusahaan mengatakan versi terbaru dari vaksin COVID-19 menghasilkan respons kekebalan yang kuat terhadap subvarian Omicron yang menyebar cepat.

Baca juga
Inilah Saham-saham Pilihan Rabu, 16 Februari 2022

Saham Dow Inc jatuh 4,7 persen setelah Credit Suisse menurunkan peringkat saham pembuat bahan kimia itu menjadi “berkinerja buruk.”

Sekitar 12,2 miliar saham berpindah tangan di bursa AS, dibandingkan dengan rata-rata harian 12,5 miliar selama 20 sesi terakhir.

Tinggalkan Komentar