Senin, 23 Mei 2022
22 Syawal 1443

Walt Disney Akan Tangguhkan Semua Bisnis di Rusia

Disney Rusia

Walt Disney akan menangguhkan semua bisnis di Rusia menyusul invasi negara itu ke Ukraina.

Disney diketahui memiliki beberapa saluran linier dan merek produk konsumen di seluruh Rusia. Perusahaan itu juga memiliki pelabuhan kapal pesiar yang terletak di St. Petersburg.

“Mengingat serangan tak henti-hentinya di Ukraina dan meningkatnya krisis kemanusiaan, kami mengambil langkah untuk menghentikan semua bisnis lain di Rusia. Ini termasuk konten dan lisensi produk, aktivitas Disney Cruise Line, majalah dan tur National Geographic, produksi konten lokal dan saluran linier,” kata juru bicara Disney.

“Beberapa kegiatan bisnis itu bisa dan akan segera kita jeda. Lainnya seperti saluran linier dan beberapa konten dan lisensi produk akan memakan waktu mengingat kompleksitas kontrak,” tambah sang jubir.

Baca juga
Usai Inggris, Kanada dan Uni Eropa, Presiden Ukraina akan Pidato di Hadapan Kongres AS

Meski demikian, pernyataan Disney mencatat bahwa staf yang berbasis di Rusia akan terus dipekerjakan.

“Bahkan saat kami menghentikan bisnis ini, kami tetap berkomitmen kepada rekan-rekan kami yang berdedikasi di Rusia, yang akan tetap bekerja. Dan kami terus bekerja dengan mitra LSM kami untuk memberikan bantuan mendesak dan bantuan lain yang sangat dibutuhkan bagi para pengungsi,” lanjut pernyataan itu.

Pekan lalu, Disney mengumumkan rencana untuk menghentikan rilis film baru di Rusia. Namun, kini perusahaan mengambil langkah tambahan untuk menutup sisa operasinya di negara itu.

Menanggapi invasi skala penuh Rusia ke Ukraina, beberapa perusahaan hiburan, termasuk Amazon, Netflix, dan WarnerMedia, telah memutuskan untuk menghentikan sementara atau sepenuhnya menarik bisnis di Rusia, sementara semua studio besar telah mengumumkan bahwa mereka akan menghentikan pemutaran perdana film mereka di Rusia.

Baca juga
6 Cara Atur Pola Makan Selama Libur Hari Raya Idul Fitri

Selain hiburan, Microsoft, Apple, Samsung, dan Dell juga telah menangguhkan penjualan di Rusia, sementara IKEA telah menutup toko dan Nike mengatakan tidak akan terus memenuhi pesanan online.

Tinggalkan Komentar