Sabtu, 26 November 2022
02 Jumadil Awwal 1444

Wanita Cantik di Riau Dianiaya Oknum Polwan Gegara Tak Dapat Restu

Minggu, 25 Sep 2022 - 22:35 WIB
Penulis : Ivan Setyadhi
Oknum Polwan Penganiaya Wanita Cantik di Riau Jadi Tersangka!
Riri Aprilia Kartini Korban Penganiayaan (Ist.)

Seorang wanita cantik di Pekanbaru, Riau, menjadi korban penganiayaan hingga penyekapan yang diduga dilakukan oknum Polwan yang bertugas di BNN.

Tubuh Riri Aprilia Kartin (27) penuh luka lebam dan kini mengalami trauma setelah dirinya sempat disekap dan dianiaya oknum polwan Brigadir IR. Korban yang semula dianiaya di kontrakan, sempat dibawa pelaku dan rekannya ke BNN Provinsi Riau.

“Saya dijambak, ditampar, diseret, dicubit, dan dipukul sejadi-jadinya. Saya dikurung di kamar dan dimatikan lampu,” kata Riri dalam unggahannya.

Riri menceritakan setelah mengalami kejadian tak mengenakkan pada Rabu (21/9/2022) malam, penganiayaan itu dipicu lantaran dilarang menjalin hubungan dengan adik dari polwan tersebut.

Baca juga
Kapolri Naikkan Pangkat Polwan dan Beri Jabatan Strategis

Brigadir IR merupakan kakak pacarnya Riri, R. Riri mengaku hubungan asmaranya dengan R yang merupakan anggota Polda Riau sudah berlangsung selama tiga tahun.

Kasus penganiayaan oleh Brigadir IR terhadap Riri kini sedang diproses oleh Ditreskrimum dan Propam Polda Riau. Adapun nomor laporannya LP/B/448/IX/2022/SPKT/RIAU, pada 22 September 2022.

Kabid Humas Polda Riau, Kombes Pol Sunarto membenarkan laporan tersebut.”Iya benar (ada laporan),” katanya.

Jika terbukti bersalah, pihaknya akan menindak tegas oknum polwan tersebut.”Pimpinan tidak akan segan untuk menindak secara tegas sesuai aturan bagi siapa pun yang melanggar,” tambahnya.

Sementara itu Kabid Propam Polda Riau, Kombes Johanes Setiawan mengatakan, pihaknya masih memproses laporan yang dilayangkan oleh Riri.

Baca juga
Oknum Polwan Penganiaya Wanita Cantik di Riau Jadi Tersangka!

Oknum polwan itu, kata Johanes, juga akan diperiksa terkait dugaan pelanggaran kode etik kepolisian.”Dugaan penganiayaan ditangani oleh PPA Ditreskrimum, untuk dugaan pelanggaran kode etik saya perintahkan periksa juga,” jelasnya.

Tinggalkan Komentar