Minggu, 05 Februari 2023
14 Rajab 1444

Wanita Harus Tau! Ini Cara Deteksi Penyakit Ovarium Dengan 10 Jari

Sabtu, 03 Des 2022 - 19:13 WIB
Kanker Ovarium Penyebab
Oni Spesialis Onkologi saat temu media virtual, Sabtu, (03/12/2022), menjelaskan kanker ovarium menjadi penyebab kematian terbanyak kedelapan akibat kanker pada perempuan di dunia. Tangkapan layar dari temu media virtual, dokumentasi Inilah.com/Rifa

Kanker ovarium merupakan penyebab kematian terbanyak kedelapan akibat kanker pada perempuan di dunia. Tahun 2020, ada 14.896 perempuan yang mengidap kanker ovarium. Dalam kasus tersebut, sebagian besar di antaranya ditemukan sudah stadium lanjut. Upaya deteksi dini dan pencegahan kanker ovarium terhambat karena minimnya informasi dan pengetahuan masyarakat tentang kanker ovarium, dibanding kanker payudara dan kanker serviks.

“Tahun 2020 ada 14.896 wanita yang terkena kanker ovarium. Nah dari angka itu, kebanyakan di antaranya tiba-tiba sudah stadium lanjut. Ini penyebabnya karena minimnya informasi dan pengetahuan masyarakat tentang kanker ovarium, wawasan mereka beda sekali dengan wawasan tentang kanker payudara dan kanker serviks,” ujar dokter Oni Spesialis Onkologi saat temu media virtual di Jakarta pada Sabtu (03/12/2022).

Menurutnya, ketidaktahuan terhadap faktor risiko dan deteksi dini menjadi penyebab penderita kanker ovarium terlambat terdiagnosa dan penanganan yang tepat. Padahal jika mampu mendeteksi lebih awal, kanker ovarium dapat ditangani.

Baca juga
Begini Kondisi 27 Anak yang Masih Dirawat karena Gagal Ginjal Akut

Faktanya 20 persen dari kanker ovarium yang terdeteksi pada stadium awal, 94 persen di antaranya dapat hidup lebih dari lima tahun setelah di diagnosis.

Oleh karena itu, CISC (Cancer Information & Support Center) bersama dengan perusahaan Biofarmasi global AstraZeneca, mengadakan “Kampanye 10 Jari” untuk mengenal faktor risiko dan deteksi dini kanker ovarium.

Kampanye 10 jari

10 Jari dalam kampanye tersebut ialah mengenalkan enam faktor risiko penyebab, dan Empat tanda besar kanker ovarium, di antaranya ialah :

6 Faktor Risiko :

  1. Memiliki riwayat kista endometrium
  2. Memiliki riwayat keluarga dengan kanker ovarium dan/atau kanker payudara
  3. Mutasi genetik (misalnya BRCA)
  4. Paritas rendah
  5. gaya hidup yang buruk
  6. Faktor Usia.
Baca juga
Raih 9 Medali, Indonesia Sukses Lampaui Target Paralimpiade Tokyo 2020

Sedangkan empat tanda kanker ovarium ialah:

  1. Perut kembung;
  2. Nafsu makan berkurang;
  3. Sering buang air kecil;
  4. Nyeri panggul atau perut

Namun dari keempat tanda kanker diatas, umumnya pada kanker stadium awal tidak disertai gejala.

Cara Membedakan Gejala

Menurut Oni, gejala kanker Ovarium yang sangat umum ini sangat sulit dibedakan. Tubuh kita akan memberi peringatan jika terdapat masalah kesehatan.

Karena inilah, Oni mengajurkan kepada para perempuan agar lebih peka terhadap kondisi tubuhnya. Jika mulai merasakan keempat tanda tersebut, agar langsung mengecek faktor penyebabnya. Apabila gejala yang dialami disertai dengan empat atau lima faktor di atas, maka segera periksakan diri ke dokter.

“Ini dia yang sulit, memang tidak bisa dibedakan ya, kembung yang bagaimana, nyeri yang seperti apa yang bisa dikategorikan kanker ovarium.  Karena itu, saya berharap ini perempuan harus lebih peka terhadap kondisi tubuhnya. Jika sudah merasakan gejala (kanker ovarium) itu tadi, disertai dengan faktor penyebab, langsung segera ke rumah sakit sebelum semakin parah. Nah bagaimana cara membedakan rasa sakitnya itu gak usah pusing, itu tugas dokter, makanya kamu (perempuan) langsung periksa,” pungkasnya.

Tinggalkan Komentar