Kamis, 26 Mei 2022
25 Syawal 1443

Wanita Tionghoa Indonesia jadi Sasaran Pelecehan Seksual di Medsos

Wanita Tionghoa - inilah.com
Ilustrasi (Foto ist)

Sebuah akun investigasi di Twitter mengemukakan fakta memilukan soal tindak kejahatan seksual yang menyerang kaum wanita Tionghoa Indonesia.

Berdasarkan laporan yang dimuat dalam akun @sandhatu, kejahatan seksual yang mendera perempuan keturunan Tionghoa disebutnya sudah begitu masif. Hal itu merujuk pada hasil temuannya di lapangan selama enam bulan belakangan.

“Setelah enam bulan melakukan investigasi, kami mempublikasikan tulisan ini. Saya menginvestigasi ribuan predator online yang menargetkan perempuan Tionghoa Indonesia. Ini adalah kekerasan seksual secara sistemik,” tulisnya di Twitter, Jumat (15/4/2022).

Lebih parahnya lagi, ia sempat membeberkan bagaimana para predator seksual online itu melancarkan aksinya.

Baca juga
Polisi Tangkap Eks Driver Gocar yang Diduga Perkosa Perawat

Berdasarkan penyelidikannya, ia mendapati satu perempuan Tionghoa yang menjadi sasaran pelecehan seksual secara bergantian dari orang tak dikenal.

Bermula dari postingan di Instagram, lalu para predator mulai memenuhi kolom komentar unggahannya. Tak lama kemudian, akun anonim itu lantas mengirim pesan pribadi yang berujung pada pengiriman gambar atau video tak senonoh pada perempuan itu.

“Seorang influencer media sosial berusia 20 tahun telah mendapati pelecehan seksual di kehidupannya sejak menginjak usia 16 tahun. Semua bermula dari komentar negatif di Instagram, lalu menjurus ke DM instagram dengan mengirim foto kemaluannya,” keterangan tertulisnya di Coconuts.

Baca juga
Setelah Dosen, Kini Staf di Unsri Dilaporkan Kasus Pelecehan Mahasiswi

Kasus serupa disebutnya justru marak beredar di Twitter. Mereka dengan sengaja membuat satu akun untuk membagikan foto hingga video wanita-wanita Tionghoa Indonesia sebagai bahan fantasi mereka.

“Dari ribuan itu, kami menemukan 155 akun yang secara khusus berfokus pada pelecehan, seksualisasi, dan fetishisasi wanita Tionghoa-Indonesia. Banyak dari akun tersebut memiliki pengikut media sosial yang signifikan, mulai dari ratusan hingga ribuan. Semua akun ini masih sangat aktif, dengan beberapa baru dibuat pada tahun 2022,” masih dalam keterangannya.

Lebih parahnya lagi, foto atau video unggahan mereka juga diisi oleh caption vulgar yang secara implisit bernada ajakan. “Hayuk Co** nih Amoy! Badannya bagus, sayang kalo kita gak ng*** rame-rame,” tulis salah satu akun. [inu]

Tinggalkan Komentar