Minggu, 14 Agustus 2022
16 Muharram 1444

Wapres: NU Organisasi Berpengalaman Hadapi Situasi Genting

Jumat, 24 Des 2021 - 19:39 WIB
Penulis : Ajat M Fajar
Wapres: NU Organisasi Berpengalaman Hadapi Situasi Genting

Wakil Presiden Ma’ruf Amin mengatakan Nahdlatul Ulama (NU) merupakan organisasi berpengalaman yang bisa mengatasi situasi genting apapun.

“Banyak orang mempercayai Muktamar NU akan panas dan terjadi goncangan. Ternyata Muktamar NU dapat ‘landing’ dengan damai dan aman. Itu karena NU organisasi yang berpengalaman dan dikendalikan pilot-pilot andal sehingga situasi genting apa pun dapat diatasi dengan baik,” kata Ma’ruf Amin saat menutup Muktamar Ke-34 NU, Jumat (24/12/2021).

Menurutnya, hasil Muktamar Ke-34 Nahdlatul ulama (NU) cukup menggembirakan dan menyenangkan bagi pemerintah. Karena selama ini pemerintah menganggap NU sebagai mitra yang setia dalam membangun bangsa.

Baca juga
Muktamar NU Demokratis, Airlangga Hartarto Ucapkan Selamat pada KH Yahya Staquf dan Terima Kasih KH Said Agil Siraj

“NU tidak pernah berhenti dalam membangun bangsa ini. Presiden mengakuinya pada pembukaan muktamar. NU sejak kemerdekaan mempertahankan kemerdekaan hingga mengisi kemerdekaan tidak pernah absen,” kata dia.

Bahkan, lanjut dia, putra-putri terbaik Nahdlatul Ulama siap apabila pemerintah membutuhkan mereka guna mengisi pemerintahan untuk membangun bangsa.

“Sekarang pun putra-putri terbaik NU sudah ada yang mengisi posisi di pemerintahan, seperti wakil presiden, menteri, gubenur, wali kota, bupati bahkan sampai tingkat RT. Ke depan jika negara masih membutuhkan NU akan menyiapkan putra-putri terbaiknya untuk jadi presiden, wakil presiden atau jajaran apa pun, ini saya kira pengabdian,” kata dia.

Baca juga
Ketum PBNU: Hubungan Gus Dur dan Megawati Seperti Kakak Adik

Menurutnya, kenapa hal ini bisa terjadi karena NU memiliki prinsip menempatkan cinta Tanah Air sebagian dari iman, oleh sebab itu pengabdian kepada bangsa dan negara adalah bagian dari akidah, islamiah, dan ahlussunah wal jamaah.

Wapres mengaku bersyukur karena NUkarena menjaga amanat salaing menghargai dan tetap bersatu.

“NU tidak boleh mengalami situasi perpecahan, permusuhan, dan tidak kompak sehingga membuat NU lemah. Kita semua harus menerapkan sikap-sikap para ulama seperti saling menyayangi, mencintai, membantu, dan menolong. Ini seperti tubuhnya sendiri sehingga dapat saling menopang seperti bangunan yang kuat,” katanya.

Tinggalkan Komentar