Rabu, 25 Mei 2022
24 Syawal 1443

Warga Badui yang Sudah Divaksinasi Baru 2 Persen

Warga Badui
Vaksinasi COVID-19 warga Badui (foto Antara)

Pusat Kesehatan Masyarakat Cisimeut Kabupaten Lebak, Provinsi Banten mencatat warga Badui yang sudah mendapatkan vaksinasi COVID-19 masih jauh dari target yakni baru dua persen dari 16 ribu jiwa yang tersebar.

Tetua Adat Badui yang juga Kepala Desa Kanekes, Kecamatan Leuwidamar, Kabupaten Lebak, Jaro Saija mengatakan masyarakat Badui berpenduduk 16 ribu jiwa dan tersebar di 68 perkampungan.

Para warga sulit untuk dikumpulkan sehingga program vaksinasi terhambat. “Karena kebanyakan mereka tinggal di ladang-ladang tersebar di Kecamatan Bojongmanik, Leuwidamar, Cimarga, Gunungkencana, Sobang, Muncang, Cileles dan Cirinten,” ujarnya.

Umumnya para warga yang tinggal di ladang-ladang itu kembali ke pemukimannya saat ada ritual adat di wilayahnya.

Baca juga
Lapor Petugas Tak Digubris, Ibu-Ibu di Bekasi Gerebek Bandar Obat

Menanggapi hal ini, petugas medis khusus di pemukiman Badui, Iton Rustandi mengakui pihaknya kesulitan untuk mencapai target vaksinasi. Sehingga program pemerintah itu berjalan tidak maksimal atau capaian target masih sangat rendah.

“Cakupan realisasi vaksinasi di kawasan pemukiman masyarakat Badui untuk dosis pertama tercatat 296 orang dan dosis kedua 61 orang,” jelasnya.

Meski begitu dirinya terus berupaya memaksimalkan pelayanan vaksinasi di perkampungan yang menjunjung tinggi adat istiadat itu. Salah satunya adalah dengan cara pelayanan jemput bola ke posyandu.

Sebagai petugas medis, tentu dirinya memiliki tanggung jawab untuk menyukseskan program pemerintah, sehingga setiap hari menempuh perjalanan menuju perkampungan masyarakat adat Badui yang kondisi pemukimannya perbukitan dan pegunungan

Baca juga
Jelang MotoGP, NTB Kebut Vaksinasi Dosis Tiga

Namun hal itu tidak menjadi kendala untuk memberikan pelayanan jemput bola ke posyandu agar masyarakat Badui dapat menjalani vaksinasi. Karena manfaat vaksinasi itu cukup besar untuk kesehatan dan bisa membangun kekebalan komunal (herd immunity) dan mempercepat Indonesia terbebas COVID-19.

Semakin banyak masyarakat divaksinasi, maka penyebaran virus yang mematikan semakin kecil. “Tapi terkadang warga Badui yang mau divaksinasi itu antara satu sampai tiga orang,” tandasnya.

Tinggalkan Komentar