Senin, 15 Agustus 2022
17 Muharram 1444

Warga Diminta Isi Pertalite Pakai MyPertamina, Netizen Ngamuk di Review Aplikasi Playstore

Kamis, 30 Jun 2022 - 17:00 WIB
Penulis : Ibnu Naufal
MyPertamina
Aplikasi MyPertamina di SPBU Tanah Kusir, Jakarta, Selasa (28/6/2022). (Foto inilah.com)

Pemerintah mewajibkan pembelian Pertalite dan Solar di SPBU Pertamina menggunakan aplikasi MyPertamina. Ketentuan ini berlaku mulai 1 Juli 2022. Masyarakat kini mulai mengunduh MyPertamina. Tapi karena berbagai macam alasan, aplikasi MyPertamina malah panen ulasan jelek di Google Play Store.

Berdasarkan pantauan inilah.com, Kamis (30/06/2022), aplikasi MyPertamina saat ini sudah diunduh lebih dari satu juta kali lewat Play Store. Dari jutaan unduhan tersebut, banyak pengguna yang meninggalkan ulasan dengan bintang satu.

Whatsapp Image 2022 06 30 At 16.49.42 - inilah.com
Tampilan laman aplikasi MyPertamina di Google play store

Dari 124.000 lebih ulasan yang ada di Play Store, lebih dari 90.000 meninggalkan bintang satu. Karena banjir review bintang satu ini, rating aplikasi MyPertamina di Play Store hanya 1,7.

Dari daftar keluhan tersebut Ada yang kesulitan mendaftar karena tidak menerima one-time password (OTP), ada yang mengaku tidak bisa mendaftar karena nomor teleponnya sudah disebut telah terdaftar, dan beragam masalah terkait aplikasi error lainnya.

“Tidak dapat masuk karena “kesalahan server”, memaksa pengguna untuk menggunakan LinkAja sebagai satu-satunya pembayaran e-wallet sementara ada 4 e-wallet populer yang digunakan oleh publik, Aplikasi rentan terhadap kesalahan karena implementasi yang tiba-tiba dari yang baru” kata seorang pengguna aplikasi MyPertamina di kolom ulasan Google Play Store.

Baca juga
Expo 2020 Dubai, Subholding Gas Pertamina Bidik 7 Potensi Green Energy

“Aplikasi selalu crash. Saya melewati halaman 2FA dengan mudah tanpa memasukkan OTP. Setidaknya, rilis aplikasi yang siap digunakan. Pastikan semuanya bekerja sebelum pergi ke produksi.,” kata pengguna lainnya.

“Begitu banyak bug, aplikasi macet dan ketika saya masuk ke aplikasi dan menekan tombol pusat panggilan, itu otomatis keluar, dll,” ujar pengguna lain.

Tidak sedikit juga pengguna yang mengeluhkan pilihan metode pembayaran di aplikasi MyPertamina yang terbatas. Selain itu, banyak pengguna juga khawatir karena harus membuka ponselnya di SPBU padahal sudah ada larangan menggunakan ponsel.

Keamanan Ponsel di SPBU

Terkait masalah keamanan saat menggunakan ponsel di SPBU, pihak MyPertamina sudah menjelaskan bahwa penggunaan ponsel sudah diizinkan asal hanya untuk transaksi pembayaran.

Baca juga
Kerugian Materi Kebakaran Tangki Pertamina di Cilacap Sedang Dihitung

“Penggunaan handphone di SPBU hanya boleh untuk transaksi pembayaran dari dalam mobil atau 1,5 M dari dispenser SPBU dan tidak boleh melakukan komunikasi telepon. Dilarang menggunakan HP di area tangki, pembongkaran SPBU, dan terlalu dekat dengan pompa pengisian,” tulis MyPertamina di laman situs resminya.

Direktur Eksekutif ICT Institute, sekaligus pengamat teknologi Heru Sutadi mengatakan selama ini ada ketentuan tidak boleh pakai ponsel di SPBU, ia pun meminta sekarang dengan adanya aplikasi maka aturan menggunakan ponsel di semua SPBU harus dicabut. Di sisi lain ia juga mememinta Pertamina harus disampaikan ke publik

Baca juga
Pertamina Perluas Daerah Pendaftaran MyPertamina di Jatim

“Bagaimana keamanan data pengguna dan keamanan server serta kemampuan server seperti apa,” ungkap Heru saat dihubungi Inilah.com.

Sementara itu Corporate Secretary Pertamina Patra Niaga Irto Ginting mengatakan dengan penggunaan aplikasi MyPertamina adanya QR Code harapannya tidak ada lagi kecurangan yang terjadi karena secara sistem data pengguna sudah terhubung. “Jadi tidak ada lagi nanti beda angka dan segala macam. Ini justru mendukung ketepatan sasaran dan jumlah,” ungkapnya dalam konferensi pers virtual, Kamis (30/6/2022).

Tinggalkan Komentar