Warga Pedalaman Terpaksa Salat Bergantian di Gubuk

Warga Pedalaman Terpaksa Salat Bergantian di Gubuk - inilah.com

Suara reyot kayu terdengar di sebuah gubuk kecil di pedalaman Bengkulu saat lantainya terinjak-injak para warga yang hendak salat berjamaah.

Lampu petromak tergantung di tengah-tengah gubuk sebagai alat penerangan. Dindingnya pun hanya bermodalkan seng dan itupun tidak menutupi semua sisi gubuk.

Berlokasi jauh dari pusat kota, tepatnya di Desa Talang Empat, Bengkulu Tengah para warga pedalaman ini harus salat berjamaan secara bergantian. Pasalnya, tempat ibadah yang mereka gunakan hanya mampu menampung 10 orang.

Gubuk tani yang berbahan dasar kayu itu memiliki luas sekitar 2×3 meter dan beberapa sudut kayu pun sudah mulai lapuk. Meskipun begitu, tak mematahkan semangat warga untuk menggelar salat berjamaah serta pengajian anak-anak.

Baca juga  Masjid-Musala Terima Bantuan Rp6,9 Miliar, Ini Syaratnya

“Jika shaf penuh, kaki terasa gemetar karena sebagian kayu sudah mulai lapuk,” kata Sutrisno (58) warga setempat yang bekerja sebagai petani.

Menurutnya warga yang tinggal di wilayah itu sebanyak 50 kepala kelarga (KK), sementara lokasi masjid dinilai cukup jauh sekitar 1,5 kilometer. Jika warga ingin salat berjamaah di masjid tentunya akan tertinggal.

Karena itu warga memanfaatkan gubuk yang semula sebagai tempat istirahat para petani menjadi sebuah musala dan tempat pengajian Al Quran anak-anak. “Sudah lima tahun, warga harus bergantian untuk sholat karena gubuk ini hanya mampu menampung 10 orang,” jelasnya.

Baca juga  Lahirnya Kolaborasi Lewat Rasa

Sementara itu Ustaz Baidowi yang biasa mengajar mengaji untuk anak-anak serta mengaku anak-anak di desa tersebut banyak yang masih sangat awam mengenai ilmu agama, namun dirinya mengapresiasi semangat anak-anak yang ingin belajar mengenal ajaran Islam.

Untuk mendukung semangat anak-anak belajar Al Quran, warga pun mewakafkan tanah seluas 10×10 yang berada di samping gubuk untuk dijadikan masjid. Sehinga bisa menggantikan gubuk tani yang sudah tidak layak.

“Agar anak anak tidak lagi merasa kedinginan saat hujan dan kepanasan saat terik dan merasa khawatir karena gubuk ini mulai lapuk,” harapnya.

Demi memberikan kenyamanan warga Talang Empat saat beribadah, Inilah.com mengajak semua untuk menyisihkan rezekinya di laman bersedekah.com. Sehingga warga tidak lagi merasa gemetar saat salat berjamaah lantaran lantai kayunya sudah lapuk.

Baca juga  Ada Pesan dari Sultan: Dengar Naufan Sembuh, Kami Ikut Sembuh

Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Barang Siapa yang membangun masjid karena Allah walaupun hanya selubang tempat burung bertelur atau lebih kecil, maka Allah bangunkan baginya (rumah) seperti itu pula di surga.” (HR. Ibnu Majah No. 738.)

Mari bersama, kita beramal jariyah untuk menghadirkan sebuah masjid untuk membantu mengokohkan aqidah dan semangat beribadah untuk warga dan anak anak agar mereka tidak kendur semangatnya di tengah keterbatasan yang dimiliki.

Tinggalkan Komentar