Jumat, 20 Mei 2022
19 Syawal 1443

Warga Tionghoa di Belitung Rayakan Cap Go Meh

Cap Go Meh

Warga Keturunan Tionghoa di Kabupaten Belitung, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, merayakan Cap Go Meh yang berlangsung pada hari ke-15 atau hari terakhir perayaan Tahun Baru Imlek 2573 Khongzili.

“Cap Go Meh juga menandakan berakhirnya segala rangkaian Imlek tepat lima belas hari setelah Tahun Baru Imlek 2573 Khongzili,” kata tokoh masyarakat Tionghoa Belitung, Ayie Gardiansyah, di Tanjung Pandan, Selasa (15/2/2022).

Menurut dia, perayaan Cap Go Meh merupakan tradisi yang dilaksanakan pada masa Dinasti Han (206 SM-221 M) dan terus dilestarikan secara turun temurun sampai saat ini.

Warga Tionghoa kala itu merayakan Cap Go Meh dengan menghias rumahnya masing-masing dan jalanan di sekitar lingkungan tempat tinggal dengan lampion sebagai simbol rasa kebahagiaan.

Baca juga
Menparekraf Pastikan Prokes Berjalan di Destinasi Wisata Jakarta pada Awal 2022

Maka dari itu, lanjut Ayie, perayaan Cap Go Meh juga sering disebut oleh masyarakat Tionghoa dengan festival lampion.

“Lampion juga menandakan kesejahteraan anggota keluarga yang berada di dalam rumah,” ujarnya.

Ayie menambahkan, selain itu, Cap Go Meh juga menandakan datangnya musim tanam sehingga para petani menyambutnya dengan suka ria dikarenakan akan kembali bekerja.

“Para akan petani kembali ke sawah dan ladang dengan harapan di tahun yang baru membawa berkah bagi pertanian mereka,” katanya.

Menurut dia, mengingat situasi masih berada di tengah pandemi COVID-19 maka perayaan Cap Go Meh di daerah itu dirayakan dengan sederhana.

Baca juga
Wanita Tionghoa Indonesia jadi Sasaran Pelecehan Seksual di Medsos

“Jika sebelum pandemi perayaan Cap Go Meh di Belitung selalu isi dengan acara dan festival sebagai promosi pariwisata Belitung,” ujar Ayie.

Tinggalkan Komentar