Waskita Jual 4 Ruas Jalan Tol, Satu Dicaplok Asing

Waskita Jual 4 Ruas Jalan Tol, Satu Dicaplok Asing - inilah.com

PT Waskita Karya (WSKT) tahun ini tengah genjar melakukan disvestasi sejumlah asetnya. Tercatat sepanjang 2021, ada sembilan ruas jalan tol yang akan didivestasikan. Secara agregat, perseroan menawarkan 14 ruas jalan tol kepada investor.

Dari sembilan ruas jalan tol yang akan didisvetasikan, empat di antaranya sudah masuk proses finalisasi atau terjadi transaksi jual beli saham. Yang terakhir pada 8 Oktober 2021, PT Waskita Karya Tbk lewat anak usahanya PT Waskita Toll Road (WTR) telah resmi melepas seluruh kepemilikannya di jalan tol Cibitung senilai Rp2,44 triliun.

Penjualan saham ini dilakukan kepada PT Akses Pelabuhan Indonesia (API) selaku pemegang saham 45 persen dari jalan tol tersebut.

Baca juga  Jelang 7 Tahun, Kepuasan Publik Terhadap Kinerja Jokowi Turun

Selain itu, PT Waskita Karya juga lewat anak perusahaan yang sama pada April 2021 juga telah melakukan divestasi atau penjualan atas 30 persen saham PT Jasa Marga Kualanamu Tol kepada investor asal Hong Kong, Kings Ring Ltd. Nilai transaksi penjualan jalan tol Medan-Kualanamu-Tebing Tinggi itu diperkirakan mencapai Rp824 miliar.

Kings Ring Ltd merupakan bagian dari grup usaha Road King Expressway (RKE). Perusahaan ini merupakan salah satu investor jalan tol dengan pengalaman lebih dari 20 tahun di kawasan Asia Timur.

Kemudian untuk ruas jalan tol Batang-Semarang dijual kepada Reksadana Pendapatan Tetap (RDPT) Samuel Aset Manajemen Jalan Tol (SAM JT) sebesar 20 persen dengan nilai Rp1,5 triliun pada Maret 2021.

Baca juga  Proklamasi Rizal Ramli

Sedangkan ruas jalan tol Cinere-Serpong dijual kepada PT Sarana Multi Infrastruktur (Persero) atau PT SMI senilai Rp2,06 triliun melalui konversi saham.

SMI merupakan perusahaan pembiayaan khusus infrastruktur di bawah Kementerian Keuangan (Kemenkeu) yang saat ini memiliki saham sebesar 10,62 persen di WTR. Dari penjualan keempat aset tersebut PT Waskita Karya diperkirakan memperoleh dana segar sebesar Rp6,8 triliun.

Tinggalkan Komentar