Sabtu, 26 November 2022
02 Jumadil Awwal 1444

Waskita Pede Proyek IKN Berdampak Positif pada Pendapatan Usaha

Selasa, 20 Sep 2022 - 17:24 WIB
Penulis : Ahmad Munjin
0315 062747 38ed Inilah.com  - inilah.com
Presiden Jokowi (kedua dari kanan) saat prosesi penyatuan Tanah dan Air Nusantara di Titik Nol IKN, Senin (14/03/2022). (Foto: BPMI Setpres)

PT Waskita Karya (Persero) Tbk menilai pembangunan Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara di Kalimantan Timur merupakan proyek yang memiliki risiko relatif rendah secara bisnis. Perseroan pun bakal mendapatkan dampak positif bagi pendapatan usaha.

“Tentunya pengerjaan konstruksi di IKN merupakan proyek yang memiliki risiko relatif rendah secara bisnis, selain itu juga memberikan dampak sangat positif berupa perbaikan kinerja dalam hal potensi penambahan pada pendapatan usaha,” ujar Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko Waskita Wiwi Suprihatno di Jakarta, Selasa (20/9/2022).

Wiwi berharap proyek pembangunan IKN Nusantara di Kalimantan Timur tersebut dapat memperbaiki kondisi likuiditas Waskita.

Baca juga
Menag Yaqut Minta Dana Haji untuk IKN, Kemenag: Itu Hoaks

“Perseroan mencatatkan winning rate pada lima tahun terakhir di atas 20 persen, sehingga diharapkan dalam dua tahun ke depan kontribusi proyek IKN terhadap nilai kontrak baru Waskita dapat mencapai hingga 20 persen dari target perolehan nilai kontrak baru Waskita secara keseluruhan,” katanya.

Hal ini tentunya akan dapat meningkatkan penambahan pendapatan usaha bagi Waskita.

Waskita sebagai BUMN konstruksi telah memenangkan dua proyek untuk pembangunan Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara di Kalimantan Timur yakni Proyek Jalan Tol Segmen Simpang Tempadung – Jembatan Pulau Balang dan Proyek Jalan Lingkar Sepaku.

Proyek Jalan Lingkar Sepaku memiliki nilai kontrak sebesar Rp181 miliar, dan Proyek Jalan Tol Segmen Simpang Tempadung – Jembatan Pulau Balang sebesar Rp2,2 triliun.

Baca juga
Din Syamsuddin Gugat UU IKN, DPR Siap Melawan di MK

“Sampai dengan Agustus, Waskita telah memenangkan tender di proyek IKN dengan total nilai Rp2,4 triliun,” kata Wiwi.

Sebelumnya, Pemerintah melalui Kementerian PUPR memulai kegiatan pembangunan infrastruktur dasar Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara tahap 1 senilai Rp5,3 triliun yang ditandai penandatangan kontrak pekerjaan pembangunan IKN TA 2022 sebanyak 19 paket.

Kementerian PUPR sendiri telah menyusun rencana/tahapan pembangunan infrastruktur dasar di IKN Nusantara periode 2022-2024 dengan total anggaran sebesar Rp43,73 triliun. Pada tahun 2022, anggaran yang dialokasikan untuk pembangunan IKN sebesar Rp5,3 triliun.

Tinggalkan Komentar