Senin, 04 Juli 2022
05 Dzul Hijjah 1443

Waspada! Peretas Bisa Sedot isi Rekening via Kode OTP dan SIM Swap

Jumat, 29 Okt 2021 - 15:00 WIB
Penulis : Ibnu Naufal
Waspada! Peretas Bisa Sedot isi Rekening via Kode OTP dan SIM Swap  - inilah.com

Peretasan melalui kode one-time password atau OTP (password sekali pakai) lewat SMS dan metode SIM Swap belakangan kian marak untuk diretas. Untuk itu diperlukan literasi digital yang diperkuat untuk melindungi sejumlah akun bank.

General Manager Divisi Keamanan Informasi BNI Andri Medina mengatakan pihak selalu memenginformasikan jika pihak Bank tidak pernah meminta kode OTP kepada para nasabah.

“OTP tidak pernah ditanyakan pihak bank. berikutnya hijack sim card,” jelasnya dalam diskusi online Pentingnya Keamanan Siber Untuk Ekonomi Digital Indonesia, Kamis (28/10/2021).

One time password adalah kode sandi yang dikirimkan bank kepada nasabah untuk memproses transaksi keuangan. Kode ini hanya bisa dipakai satu kali.

Baca juga
Mitratel Siap Dukung Ekonomi Digital RI Tumbuh Lebih Tinggi

Dengan cara itu dapat menguasai SIM Card dan juga OTP. Pelaku mungkin juga bisa mendapatkan pin dan melakukan transaksi dengan kartu kredit.

Soal kejahatan dengan SIM Card juga disebutkan Head of Corporate Information Security Indosat Ooredoo, Rusdi Rachim. Dia mengatakan pelaku sudah menargetkan korban SIM Swap (mengalih alih SIM Card korban).

Menurutnya masyarakat jangan mengunggah informasi detail dan melaporkan jika ada anomali pada aktivitas keuangannya. Selain juga menggunakan fitur keamanan atau lapor ke pihak terkait.

“User harus edukasi jangan mengunggah informasi detail, ada anomali laporkan,” ungkap Rusdi.

Andri juga mengatakan masyarakat juga harus melakukan beberapa hal agar terhindar dari kejahatan siber. Seperti menggunakan aplikasi resmi, mengenali web resmi seperti apa dan menjaga kerahasiaan seperti pin serta password.

Baca juga
Indonesia Disebut Menghasilkan Rp997,6 Triliun dari Internet

Terakhir dia juga mengatakan pelaku kejahatan juga punya modus membuat website atau media sosial palsu dari perbankan. Upaya pemblokiran sudah dilakukan namun tetap bermunculan layanan palsu tersebut.

“Banyak sekali membuat website palsu dengan BNI dll ini. Kita takedown datang lagi kita laporkan BSSN menghubungi admin ownernya,” kata Andri.

Tinggalkan Komentar