Sabtu, 01 Oktober 2022
05 Rabi'ul Awwal 1444

Waspada Potensi Hujan Lebat di Jateng Selatan

Senin, 27 Jun 2022 - 11:06 WIB
Penulis : Aria Triyudha
Banjir Bantarsari1 - inilah.com
Banjir di Desa Cikedondong, Kecamatan Bantarsari, Kabupaten Cilacap, Minggu (26/6/2022) malam. Foto: Antara/HO-Kecamatan Bantarsari

Masyarakat di wilayah Jawa Tengah (Jateng) bagian selatan dan pegunungan tengah Jateng diimbau untuk mewaspadai hujan lebat yang masih berpotensi terjadi hingga akhir Juni 2022. Menurut Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), potensi tersebut berdasarkan pantauan terhadap dinamika atmosfer pada 26 Juni 2022.

“Dipole Mode Index (DMI) masih bernilai negatif. Yakni minus 0,49, normalnya 0,4,” kata Kepala Kelompok Teknisi BMKG Stasiun Meteorologi Tunggul Wulung Cilacap Teguh Wardoyo di Cilacap, Senin (27/6/2022).

Teguh menjelaskan, kondisi tersebut mengakibatkan suplai uap air dari wilayah Samudra Hindia ke wilayah Indonesia bagian barat signifikan. Terkait hal ini, pembentukan awan di wilayah Indonesia bagian barat termasuk Jateng selatan dan pegunungan tengah Jateng menjadi signifikan.

Selain itu DMI yang masih bernilai negatif, saat sekarang terdapat belokan angin dan konvergensi, sehingga potensi pertumbuhan awan hujan di wilayah Jawa khususnya Jateng masih tinggi.

Baca juga
BMKG: Hari Ini Wilayah Jakarta Diguyur Hujan Disertai Angin Kencang

“Anomali suhu permukaan air laut atau sea surface temperature (SST) masih berkisar 1-3 derajat Celcius. Sehingga berpotensi menambah massa uap air,” terang Teguh seperti dikutip Antara.

Pemicu Banjir

Menyangkut bencana banjir yang melanda sejumlah wilayah Kabupaten Cilacap akibat hujan lebat yang terjadi pada Minggu (26/6/2022) siang hingga malam hari, Teguh berujuar, berdasarkan pantauan di beberapa pos pengamatan, curah hujan terpantau sedang hingga sangat lebat.

Menurut dia, curah hujan sedang yang terpantau di Stasiun Meteorologi Tunggul Wulung sebesar 26 milimeter. Adapun di Pos Pengamatan Bandara Tunggul Wulung terpantau sebesar 37 milimeter.

Baca juga
Foto: BMKG Keluarkan Peringatan Waspada Gelombang Tinggi Perairan Indonesia

Sementara curah hujan di Sidareja terpantau 95 milimeter sehingga masuk kategori lebat. Sedangkan di Karangpucung terpantau mencapai 146 milimeter dan masuk kategori sangat lebat.

“Curah hujan sedang hingga sangat lebat terjadi di Cilacap. Konsentrasi hujan sangat lebat di sekitar wilayah Karangpucung,” ujar Teguh.

Selain di Cilacap, curah hujan sangat lebat juga terpantau di Kabupaten Banjarnegara, yakni Susukan sebesar 104 milimeter, Klampok 103 milimeter, dan Purwanegara 140 milimeter. Selain itu, Kabupaten Purbalingga khususnya Bukateja mencapai 113 milimeter.

“Kami imbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap bencana hidrometeorologi karena hujan lebat hingga sangat lebat masih berpotensi terjadi hingga akhir Juni 2022,” kata Teguh.

Tinggalkan Komentar