Sabtu, 10 Desember 2022
16 Jumadil Awwal 1444

Wawalkot Dibui, Ormas Cirebon Ancam Kepung Kejari

Jumat, 19 Ags 2011 - 18:07 WIB
Penulis : Egi Marwoto
Penahanan Wakil Wali Kota Cirebon, Sunaryo WH, dan mantan Ketua DPRD Kota Cirebon Suryana mengundang reaksi keras berbagai elemen masyarakat Cirebon

INILAH.COM.Cirebon - Penahanan Wakil Wali Kota Cirebon, Sunaryo WH, dan mantan Ketua DPRD Kota Cirebon Suryana mengundang reaksi keras berbagai elemen masyarakat Cirebon.

Sebagai bentuk penolakan, sejumlah tokoh dan perwakilan LSM se-Kota Cirebon mengancam akan mengepung Kantor Kejaksaan Negeri (Kejari) Kota Cirebon.

Aksi pengepungan tersebut akan dilakukan jika dalam dua hari keduanya tidak dibebaskan.

Ketua LSM Gapura Cirebon, H Teguh Prayitno mewakili puluhan forum LSM Cirebon usai menggelar pernyataan bersama, Jumat (19/8/2011) menyebutkan, pembebasan dan penangguhan penahanan Sunaryo dan Suryana adalah harga mati.

"Kami memberikan waktu dua hari kepada Kejaksaan untuk memulangkan Sunaryo dan Suryana, jika tidak kami akan mengepung kantor Kejaksaan Negeri Cirebon," ujarnya.

Sunaryo WH dan Suryana dijebloskan ke Rumah Tahanan Kebonwaru, Kamis (18/8/2011).

Berdasarkan data yang diperoleh, Wakil Wali Kota Cirebon Sunaryo tersandung kasus korupsi pos belanja barang dan jasa senilai Rp4,9 miliar. Ketika itu, ia menjabat sebagai Wakil Ketua DPRD Kota Cirebon periode 1999-2004.

Pos belanja barang dan jasa tersebut dianggarkan pada dana operasional. Padahal dana operasional telah dianggarkan di pos lain. Dana itu lantas, dibagi-bagi ke semua anggota dewan saat itu.

Jumlah tersangka dalam kasus ini ada 30 orang. Sembilan anggota DPRD Kota Cirebon 1999-2004 telah divonis 1,5 tahun penjara oleh majelis hakim Pengadilan Negeri (PN) Cirebon pada Kamis (11/8/2011).

Kesembilan orang tersebut, yakni Z Iskandar, H Fajar Rivai, Sama'un, H Tajudin Sholeh, Sukarela, Agung Tjipto, Santoso, H Budi Permadi dan Supriyatna. [gin]