WN Tiongkok Kendalikan Pinjol di Kalsel

WN Tiongkok Kendalikan Pinjol di Kalsel  - inilah.com
foto istimewa

Warga negara Tiongkok terungkap mengendalikan penagihan pinjaman online Banjarmasin, Kalimantan Selatan.

Kapolda Kalimantan Selatan, Inspektur Jenderal Polisi Rikwanto, mengatakan kasus itu terungkap setelah PT Jasa Muda Collector (JMC) yang bergerak di jasa penagihan pinjaman online bekerja sama dengan sejumlah aplikasi kredit online, di antaranya Cashgo, Dana Mudah, Jiang Zian, Cash Pro, Jarikaya, Xintu, Ayo Pinjam, Ikan Nas, Kredit Kur, dan Duitku.

PT. JMC kemudian melakukan pengancaman dan menyebar data pribadi nasabah atau debitur yang tidak melakukan pembayaran tepat waktu.

Nasabah lalu mengadu ke Polisi, setelah dilakukan pengembangan diamankan seorang WN Tiongkok saat menggerebek kantor PT JMC, di Jalan Brigadir Jenderal Polisi H Hasan Basri, di Desa Semayap, Kecamatan Pulau Laut Utara.

Baca juga  Ketentuan Baru Resepsi Pernikahan di Daerah Level 1 dan 2

Adapun barang bukti disita 90 unit komputer yang dioperasikan 35 operator. Setiap operator menagih secara daring terhadap 400 debitur perhari.

“Total ada tiga tersangka dalam kasus pinjol ini, satu WNA dan dua WNI berinisial KH dan DU seorang wanita,” kata Rikwanto, Rabu (27/10/2021).

Rikwanto mengatakan, setelah dicek dokumennya, mereka tidak memiliki penunjukan resmi dari pemilik aplikasi pinjol dan tidak terdaftar di OJK.

Para tersangka ditahan polisi dan dijerat pasal berlapis yaitu UU Nomor 11/2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik serta pasal 185 juncto pasal 88 A ayat (3) juncto pasal 88E ayat (2) UU Nomor 11/2020 Tentang Cipta Kerja.

Baca juga  Vaksinasi Covid-19, Indonesia Duduki Peringkat Lima Dunia di Atas Jepang

“Kasus ini masih kami dalami dan kembangkan untuk menelusuri aliran dananya karena diketahui korban sangat banyak yang berasal dari penjuru Indonesia,” tutupnya.

Tinggalkan Komentar