Jumat, 01 Juli 2022
02 Dzul Hijjah 1443

Xi Jinping Teken Panduan Operasi Militer, Segera Serbu Taiwan?

Rabu, 15 Jun 2022 - 17:46 WIB
Xi Jinping China Taiwan - inilah.com
Presiden China Xi Jinping - ist

Taiwan telah meningkatkan kewaspadaan sejak perang Ukraina dimulai. Taipei khawatir bernasib serupa setelah Beijing terus melakukan provokasi ke wilayah Taiwan.

Hari ini, Rabu (15/6/2022), Presiden China Xi Jinping menandatangani perintah panduan operasi militer selain perang.

Panduan tersebut mencakup standardisasi, dasar hukum pengerahan pasukan, misi penanganan bencana, bantuan kemanusiaan, pengawalan, misi perdamaian, dan perlindungan atas kedaulatan, keamanan, dan pembangunan nasional.

Perintah Xi itu diklaim untuk meminimalisasi risiko dan tantangan, penanganan kegawatdaruratan, melindungi rakyat berikut harta bendanya, melindungi kedaulatan, keamanan, dan pembangunan nasional serta menjaga perdamaian regional dan global.

“Perintah tersebut sangat penting bagi angkatan bersenjata China dalam melaksanakan tugas dan misi pada era modern karena personel militer akan berinovasi dalam melaksanakan operasi militer selain perang,” tulis sejumlah media di China dilansir dari Antara.

Pasukan militer China telah dilibatkan dalam mengatasi pandemi COVID-19 sejak 2020. Mereka juga dianggap berperan penting dalam menyelamatkan warga China dari berbagai peristiwa bencana alam.

Baca juga
Sekolah Hingga RS Kota Suzhou Ditutup Akibat Temuan 8 Kasus Varian Omicron

Bantuan kemanusiaan dari militer China juga dikirimkan ke berbagai negara, seperti peralatan medis dalam menghadapi pandemi COVID-19 dan bencana gunung meletus dan tsunami di Tonga pada awal tahun ini.

Pasukan militer China juga telah menjalankan tanggung jawabnya dalam menghadapi terorisme, pembajakan, dan misi perdamaian, termasuk misi pengamanan reguler di Teluk Aden dan wilayah lepas pantai Somalia, demikian pakar militer dikutip Global Times.

Dengan terbitnya perintah Presiden Xi itu memungkinkan militer China melakukan operasi di negara lain.

Perintah berisi 59 bab tersebut ditandatangani Xi hanya beberapa pekan setelah Beijing menandatangani pakta keamanan bersama Kepulauan Solomon.

Tinggalkan Komentar