YLKI Sarankan Pemerintah Tetapkan Harga Tes PCR Rp100 Ribu

YLKI Sarankan Pemerintah Tetapkan Harga Tes PCR Rp100 Ribu - inilah.com
Ketua YLKI, Tulus Abadi

Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) meminta kepada pemerintah tak menerapkan tes Polymerase Chain Reaction (PCR) untuk semua moda transportasi. Sebab meski tes PCR itu diberlakukan hanya penumpang pesawat, namun harga tes PCR itu masih dianggap mahal.

“Terkait wacana bahwa semua moda transportasi yang akan dikenakan wajib PCR, hal tersebut dilakukan jika harga PCR bisa diturunkan lagi secara lebih signifikan, misalnya menjadi Rp100.000,” kata Ketua YLKI Tulus Abadi saat kepada Inilah.com, di Jakarta, Rabu (27/10/2021).

Dia mengatakan jika kewajiban tes PCR diberlakukan untuk semua moda transportasi maka akan memberatkan masyarakat, khususnya para penumpang bus. “Mana mungkin penumpang bus suruh membayar PCR yang tarifnya lebih tinggi drpd tarif busnya itu sendiri?,” katanya.

Baca juga  Pasien Sembuh COVID-19 di Wisma Atlet Kemayoran Capai 125.192 Orang

Tulus mengatakan, pemerintah juga harus membuat regulasi soal mobilitas masyarakat yang menggunakan kendaraan pribadi. Karena selama ini belum ada pengendalian terkait itu.

“Selama ini tak ada pengendalian kendaraan pribadi, baik roda empat dan atau roda dua. Jika tak ada pengendalian yang konsisten dan setara, ini hal yang diskriminatif,” katanya.

Untuk itu YLKI menyarankan kepada pemerintah untuk tidak menerapkan tes PCR ke seluruh moda transportasi, karena itu akan semakin membebani masyarakat dengan kondisi ekonomi yang masih terpuruk saat ini.

“YLKI menyarankan tidak semua moda transportasi harus dikenakan PCR atau antigen, karena akan menyulitkan dalam pengawasannya. Kembalikan tes PCR untuk keperluan dan ranah medis, karena toh sekarang sudah banyak warga yang divaksinasi,” katanya.

Baca juga  PPKM Lanjut, Mal Diizinkan Beroperasi

Sebelumnya, Pemerintah resmi menetapkan harga tes realtime polymerase chain reaction (RT-PCR) sebesar Rp275 ribu. Harga tersebut merupakan tarif tertinggi yang ditetapkan pemerintah.

“Hasil evaluasi, kami sepakati batas tertinggi realtime PCR diturunkan menjadi Rp275 ribu untuk daerah Jawa-Bali serta Rp300 ribu di luar Jawa-Bali,” kata Abdul Kadir, Direktur Jenderal Pelayanan Kesehatan, Kementerian Kesehatan, dalam konfrensi pers virtual, Rabu (27/20/2021).

Harga tersebut, sambung Abdul Kadir, ditetapkan setelah memperhitungkan jasa komponen dan jasa sumber daya.

“Dan jasa region, masa habis pakai, biaya administrasi dan biaya lainnya sesuaikan kondisi saat ini,” ujar Abdul Kadir.

Baca juga  Tak Hanya Ganjar, Pendukung Puan Jadi Capres Juga Bakal Kena Sanksi¬†

Seperti diketahui pemerintah mewajibkan tes PCR bagi penumpang pesawat domestik. Bahkan pemerintah berencana akan menerapkan aturan itu untuk semua jenis transportasi.  Sesuai arahan Presiden Jokowi, harga tes PCR turun dari harga tertinggi Rp1,5 juta. Namun harga ini dinilai masih sangat mahal dibandingkan negara India yang hanya Rp160 ribu.

Tinggalkan Komentar