Selasa, 28 Juni 2022
28 Dzul Qa'dah 1443

Yordania Mulai Ketar-ketir, Ujian Sesungguhnya Buat Timnas Indonesia

Jumat, 10 Jun 2022 - 13:26 WIB
Yordania Mulai Ketar-ketir Jelang Jumpa Timnas Indonesia
Timnas Indonesia Punya Modal Bagus Jelang Kontra Yordania (@pssi)

Timnas Yordania mula ketar-ketir jelang jumpa Timnas Indonesia dalam lanjutan Kualifikasi Piala Asia 2023 Grup A.

Timnas Indonesia secara heroik berhasil menundukkan salah satu unggulan di Grup A, sekaligus tuan rumah, Kuwait pada laga perdana, Kamis (8/6/2022) dini hari.

Kondisi itu diakui Yordania membuat peta persaingan grup jadi berubah dan sulit diprediksi. “Kemenangan Indonesia atas Kuwait mengubah prediksi di grup ini. Hasil itu membuat Indonesia memiliki peluang yang setara untuk lolos ke Piala Asia 2023,” kata Pelatih Yordania Adnan Ahmad mengutip laman resmi Federasi Sepakbola Yordania.

“Oleh karena itu, mereka akan bersaing dalam kualifikasi untuk (putaran) final,” tambahnya. Pelatih berusia 61 tahun itu memuji Timnas Indonesia, tapi Yordania siap meladeni tim Asia Tenggara tersebut.

Pertarungan Yordania dengan Indonesia bakal menjadi laga penentu siapa pemuncak klasemen sesungguhnya. Yordania sementara memimpin berkat kemenangan 2-0 atas Nepal, sementara Timnas Garuda menguntit di bawahnya berkat kemenangan 2-1 atas Kuwait.

Baca juga
Ardes Goenawan Akhirnya Klarifikasi dan Minta Maaf

Pemenang antara Yordania vs Indonesia juga bakal memuluskan langkah lolos ke Piala Asia 2023. Laga ini berlangsung pada Minggu, 12 Juni 2022 pukul 02.15 WIB.

Yordania Lawan Sesungguhnya Timnas Indonesia

Setelah sukses menekuk Kuwait di laga pembuka, Yordania bakal jadi batu sandungan selanjutnya bagi Marc Klok dan kawan-kawan untuk bisa berlaga di Piala Asia 2023.

Melihat ranking FIFA terakhir, Yordania menjadi yang terkuat dalam persaingan di Grup A. Yordania kini bertengger di peringkat 91, Kuwait 145, Indonesia 158, dan Nepal 168.

Peringkat Yordania bahkan berbeda jauh dari Kuwait. Melihat kondisi tersebut, pantas rasanya menyebut Yordania sebagai lawan terberat di Grup A. Mereka akan menjadi ujian sesungguhnya ketangguhan anak-anak asuh Shi Tae Yong.

Sejarah juga mencatat, Timnas Indonesia tak pernah menang melawan Yordania. Dari empat pertemuan, semuanya berakhir dengan kekalahan. Yordania membukukan 12 gol dan Indonesia hanya mencetak dua gol.

Baca juga
Menpora Jadikan Piala AFF 2020 Ajang Pemanasan Jelang Sea Games Vietnam

Pertemuan pertama terjadi pada 12 Februari 2004. Dalam laga di Amman tersebut tim Merah Putih menyerah dengan skor 1-2. Setelahnya kalah 0-1 (2011), 0-5 (2013), dan 1-4 (2019).

Namun ingat, Shin tae Yong bukan tipe pelatih yang melihat rekor pertemuan. Hal itu sudah ia tegaskan saat hendak melawan Kuwait.

Waspadai Pergerakan dari Sisi Lapangan

Menilik pertandingan kontra Nepal, Yordania banyak menyerang lewat pergerakan kedua sayapnya. Sama seperti Kuwait, namun teknis penyerangan Yordania bisa dibilang lebih rapi dan ‘bersih’ saat menyusun serangan dari sisi lapangan.

Coach Tae yong tampaknya sudah memahami pola permainan Kuwait, hingga berani menggunakan formasi 3-4-3 untuk menahan pergerakan pemainanan sisi. Hal tersebut terbukti berhasil, meski masih banyak catatan.

Trio Elkan Baggott, Fachruddin Aryanto, dan Rizky Ridho juga harus sigap dalam mengantisipasi pergerakan lawan di kotak penalti. Saat timnas kebobolan melawan Kuwait, Yousef Nasser dapat dengan mudah menanduk bola menjebol gawang Nadeo. Tanpa pengawalan, tanpa gangguan.

Baca juga
Timnas dan Liga Bentrok Kepentingan, Klub Kena Imbasnya

Hal ini yang harus diperhatikan Timnas kontra Yordania nanti. Mengingat organisasi permainan Yordania sangatlah rapi dan disiplin.

Mausa Al Tamari harus mendapat ekstra pengawalan untuk meredam pergerakannya serta tendangannya dari lini kedua.

Berharap hasil imbang rasanya sudah cukup bagi timnas besok. Namun bukan Shin Tae yong jika tak membuat kejutan. Sebelum membawa Kambuaya dan kawan-kawan mematahkan rekor tak pernah menang melawan Kuwait selama 42 tahun, Coach Tae yong adalah pelatih yang pernah membawa Korea Selatan mengalahkan Jerman.

Tinggalkan Komentar