Jumat, 20 Mei 2022
19 Syawal 1443

Yuk, Mulai Biasakan Minum Jamu

Minum Jamu
istimewa

Mulai kebiasaan minum jamu memang tidak mudah. Saat masa pandemi seperti ini, masyarakat banyak beralih minum jamu agar menjaga kebugaran tubuh. Hal ini tentu tidak bisa langsung terbiasa. Ada rasa traumatik, kemudian tidak biasa karena rasanya mungkin belum familiar di lidah.

Ada satu cara yang bisa Anda terapkan agar minum jamu tidak malah berujung menjadi pengalaman traumatik tetapi jadi kebiasaan baik, berdasarkan pengalaman CEO & Co-Founder of Suwe Ora Jamu, Nova Dewi.

Nova mengatakan, saat kecil dia diperkenalkan rasa racikan jamu yang cenderung tak pahit terlebih dulu semisal kunyit asam dan beras kencur.

“Ada momen-momen yang diselipin awalnya. Misalnya aku lagi sehat, segar terus diminumin jamunya kayak kunyit asem, beras kencur. Tetapi misalnya lagi enggak enak badan, jamunya cenderung pahit,” ujar dia dalam ShopeePay Talk bertema Ubah Hobi Jadi Bisnis, Kenapa Enggak? yang digelar secara virtual, ditulis di Jakarta, Jumat, (28/01/2022).

Baca juga
Tidak Perlu Euforia, Pandemi Belum Usai

“Dari situ aku enggak terlalu kayak ketakutan atau trauma dari kecil minum jamu, karena terbiasa,” sambung Nova.

Nova mengaku beruntung bisa melihat sosok ibu dan nenek yang tidak sungkan berkutat di dapur untuk meracik jamu untuknya. Bagi dia, ini memunculkan kesan dirinya dicintai dan penting bagi keluarganya.

“Mereka yang benar-benar buatin saya minuman jamu-jamu. Jadi, kayak personal attachment atau memori yang saya merasa I’m being loved, being taken care of, saya merasa important. Kebetulan saya anak paling besar juga,” kata Nova.

Berawal dari kebiasaan, Nova lalu berpikir mengenai kemungkinan peluang di bidang jamu. Dia pun mempelajari bagaimana caranya bisa mengenal personal relationship orang-orang di Jakarta.

Baca juga
Ilmuwan Sepakat Produk Alternatif Tembakau Kurangi Risiko Kesehatan Masyarakat

Dia juga mulai memberanikan diri menawarkan pada orang-orang yang bertamu ke rumahnya jamu, bukannya minuman lain semisal kopi atau teh.

“Orang terbiasanya kopi, teh, sirup atau boba. Lah aku tuh pengin nawarin jamu. Kali ketiga aku nyeplos, mau minum jamu, kopi atau teh. Loh kok jamu yang ditawarin duluan. Orang itu raut mukanya beda-beda, responnya (berbeda). Aku lihat ada peluang. Di Jakarta tempat minum jamu di mana toh, mungkin masih kios-kios. Ada peluang untuk minum jamu yang asik,” papar Nova.

Meracik jamu

Nova lalu mempelajari cara meracik jamu yang rasanya enak, tidak pahit karena menurut dia sebagian orang berpikir rasa jamu itu pahit.

Baca juga
Ade Rai Ungkap Manfaat Olahraga Jelang Buka Puasa

“Aku ngulik-ngulik caranya bikin jamu yang enak, yang anak-anak muda itu tidak takut. Karena ada mindset belum apa-apa jamu itu pahit. Aku ingin ngenalin kayak waktu aku kecil, dikenalin kunyit asem dulu, beras kencur dulu terus baru mulai rasa-rasa (lain),” kata dia.

“Dari pengalaman itu aku melihat wah ini kayaknya seru kalau dari hobiku, riset pabrik jamu yang sejak dulu berdiri masih ada, aku pikir ini kesempatanku untuk explore sesuatu yang unik. Kayaknya bisa cuan karena bahan-bahannya Indonesia banget,” sambung Nova.

Tinggalkan Komentar