Senin, 04 Juli 2022
05 Dzul Hijjah 1443

Zulhas: Rakyat Harus Ditolong, Tidak Sibuk Berdebat

Selasa, 31 Agu 2021 - 11:21 WIB
Penulis : Anton Hartono
Zulhas: Rakyat Harus Ditolong, Tidak Sibuk Berdebat - inilah.com

Partai Amanat Nasional (PAN) memberikan apresiasi terhadap kinerja pemerintah dalam menangani Covid-19 di Indonesia yang saat ini kasusnya sudah berangsur menurun.

Meski sudah turun, namun masih ada pekerjaan rumah (PR) yang masih harus dikerjakan, imbas dari pandemi Covid-19 yang dialami masyarakat. Seperti halnya krisis ekonomi, krisis kesehatan, bahkan tingginya angka pengangguran.

Hal tersebut disampaikan Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan saat Rapat Kerja Nasional (Rakernas) II yang dihadiri seluruh Ketua DPW PAN se-Indonesia di Kantor DPP PAN, Jakarta Selatan pada Selasa (31/8/2021).

“Covid-19 ini membawa dampak yang bersifat multidimensional, seluruh elemen bangsa harus bersatu untuk menangani masalah ini,” ujarnya.

Baca juga
Ingin Birukan Jabar, Zulhas Keliling Ditemani Desy Ratnasari

Menurutnya, pandemi Covid-19 memaksa pemerintah untuk melakukan berbagai kebijakan mulai dari Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) dan dilanjutkan menjadi Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM). Namun kondisi ini menjadikan perekonomian semakin lesu, terutama sektor riil.

Tak sedikit perusahaan yang terpaksa memutuskan PHK terhadap karyawannya, sehingga rakyat banyak yang mengalami kesulitan. Karena itu Zulhas, sapaan akrabnya, berharap kondisi ini harus segera dibenahi, memberikan pertolongan kepada masyarakat.

“Rakyat harus ditolong sesegera dan semaksimal mungkin. Tidak sibuk berdebat, apalagi terpecah belah,” harapnya.

Diketahui, pertengahan Juli 2021, Indonesia mengalami badai Covid-19 gelombang kedua dengan ditambah masuknya varian Delta. Bahkan angka positif Covid-19 tercatat menembus lebih dari 58 ribu kasus per hari.

Baca juga
Koalisi Indonesia Bersatu Bahas Pencapresan Airlangga

Tingginya angka Covid-19 ini menjadikan kepanikan luar biasa di masyarakat. Kondisi ini juga mengakibatkan tingkat keterisian rumah sakit mencapai 95 persen dan pasien serta tenaga kesehatan (nakes) berguguran.

Dan berkat kerja keras semua pihak, akhir Agustus 2021 ini kasus Covid-19 sudah mulai bisa terkendali. Tercatat, kasus positif harian sudah di angka 5.436 atau turun 1.100 persen.

Angka keterisian rumah sakit pun sudah turun, seperti di Jakarta sudah tinggal 13 persen dan Rumah Sakit Darurat Wisma Atlet sudah kosong. Vaksinasi Covid-19 juga sudah tersebar merata di setiap wilayah.

“Hasil baik ini harus kita apresiasi bersama. Pemerintah sudah bekerja sangat baik dan boleh dikatakan berhasil,” tambah Zulhas.

Tinggalkan Komentar