Kamis, 30 Juni 2022
01 1444

Zulhas Sebut Inflasi di Indonesia Paling Rendah dari Negara Lain

Senin, 20 Jun 2022 - 15:19 WIB
Penulis : Ajat M Fajar
Editor : Ibnu Naufal
Zulhas Sebut Infasi di Indonesia Paling Rendah dari Negara Lain
Menteri Perdagangan Zulkifli Hasan Saat meninjau harga di Pasar Koja, Jakarta Utara/Inilah.com

Menteri Perdagangan (Mendag) Zulkifli Hasan mengatakan inflasi di Indonesia saat ini masih tergolong aman. Bahkan zulkifli menyebut inflasi di Indonesia termasuk paling rendah ketimbang negara-negara lain di dunia.

“Itu termasuk paling rendah di dunia karena memang ada 20 negara lebih yang memboikot, tidak boleh jual pangannya. Ditambah (konflik) berkepanjangan Rusia dan Ukraina kan, sehingga harga pangan dunia naik, dan kita ini paling rendah,” kata Zulhas, sapaan akrabnya di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin (20/6/2022).

Menurut Badan Pusat Statistik (BPS), inflasi hingga Mei 2022 sebesar 3,55 persen secara tahun ke tahun (year on year/yoy), dan 2,56 persen secara tahun kalender (year to date/ytd).

Baca juga
Sambangi Kiai-kiai Jatim, Zulhas Promosikan Politik Jalan Tengah

Zulhas mengatakan pemerintah sudah bekerja keras untuk mengendalikan inflasi domestik agar tidak terpengaruh signifikan oleh volatilitas harga pangan dan energi di pasar dunia.

Pemerintah, kata dia, telah menyubsidi beberapa komoditas pangan seperti kedelai dan jagung. Namun, ada beberapa komoditas pangan yang mengalami kenaikan harga memang karena faktor musiman seperti cabai keriting dan cabai merah.

“Pemerintah kan bekerja keras untuk itu. Misalnya kedelai, itu disubsidi Rp1.000 per kilogram. Lalu pakan ternak jagung itu juga dapat subsidi Rp1.500 per kilogram. Beras juga kalau ada kenaikan, kalau belum turun juga subsidi ya,” katanya.

Baca juga
Ekspektasi Kenaikan Inflasi Global Jadi Ancaman bagi Rupiah

Presiden Joko Widodo (Jokowi) sebelumnya mengingatkan jajarannya terkait pentingnya menjaga ketersediaan stok dan stabilitas harga pangan. Hal ini karena adanya tekanan rantai pasok pangan dunia, setelah 22 negara menghentikan ekspor komoditas pangan.

Puluhan negara tersebut menghentikan ekspor komoditas pangan untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri di tengah gejolak rantai pasok akibat konflik militer Rusia dan Ukraina. Misalnya, India yang menangguhkan ekspor gandum untuk melindungi kebutuhan dalam negeri dan menekan inflasi pangan.

Tinggalkan Komentar