AdvertisementAdvertisement
Selasa, 10 Maret 2026 | 20 Ramadan 1447
main-logo

main-logo
inilah.commarketsektor riilJK Desak Prioritas Ekonomi Nasional di Tengah Krisis Fiskal

JK Desak Prioritas Ekonomi Nasional di Tengah Krisis Fiskal

Icon_INILAH GOLD.png
Senin, 9 Maret 2026 - 11:57 WIB
Share
Wakil Presiden ke-10 dan ke-12 Republik Indonesia, Jusuf Kalla (tengah) menggelar diskusi bersama sejumlah ekonom di kawasan Jakarta Selatan pada Minggu (8/3/2026) malam.(Foto: Doc. Humas JK)

Wakil Presiden ke-10 dan ke-12 Republik Indonesia, Jusuf Kalla (tengah) menggelar diskusi bersama sejumlah ekonom di kawasan Jakarta Selatan pada Minggu (8/3/2026) malam.(Foto: Doc. Humas JK)

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Inilah.com

+ Gabung
Ukuran Font
KecilBesar

Wakil Presiden ke-10 dan ke-12 Republik Indonesia, Jusuf Kalla, menekankan pentingnya pemerintah memilih program prioritas yang mampu mendorong pertumbuhan ekonomi di tengah kondisi ketidakseimbangan fiskal yang dihadapi negara.

Penegasan tersebut disampaikan Kalla kepada wartawan usai menggelar diskusi bersama sejumlah ekonom di kawasan Jakarta Selatan pada Minggu (8/3/2026) malam.

Dalam pertemuan itu, berbagai isu strategis ekonomi nasional mengemuka, terutama menyangkut tekanan fiskal yang menuntut ketepatan arah kebijakan pemerintah.

Menurutnya, dalam situasi fiskal yang tidak seimbang, pemerintah perlu menata kembali prioritas pembangunan. Salah satu langkah yang dapat dilakukan adalah menurunkan pengeluaran yang kurang produktif dan memilih skema pembiayaan yang benar-benar memberi dampak bagi kemajuan negara serta kesejahteraan masyarakat.

“Dalam kondisi negeri mengalami ketidakseimbangan fiskal yang besar, maka solusinya antara lain memilih pembiayaan yang dapat memajukan negara dan berdampak pada masyarakat, serta bagaimana meningkatkan penerimaan negara,” ujar JK sapaan akrabnya.

Ia menilai berbagai program pemerintah memang memiliki urgensi masing-masing. Program makan bergizi gratis (MBG), pengadaan alat utama sistem persenjataan (alutsista), hingga penguatan koperasi tetap merupakan bagian penting dari agenda pembangunan nasional.

Namun demikian, menurut JK, pemerintah tetap harus menentukan program yang paling mendesak untuk diprioritaskan.

“MBG penting, beli alutsista penting, koperasi penting. Tapi ada yang lebih penting lagi,” katanya.

JK menegaskan, arah kebijakan fiskal harus berpijak pada produktivitas program. Pemerintah, kata dia, perlu mendahulukan kebijakan yang mampu menciptakan pertumbuhan ekonomi yang kuat sekaligus memberikan dampak langsung terhadap perbaikan kesejahteraan masyarakat luas.

“Harus memilih prioritas yang dapat memberikan pertumbuhan yang baik untuk negeri ini dan memperbaiki kehidupan ekonomi masyarakat,” ucapnya.

Lebih lanjut, Kalla mengingatkan, sejumlah program strategis bukan berarti tidak penting untuk dijalankan. Namun pelaksanaannya perlu disesuaikan dengan momentum serta kemampuan fiskal negara agar tidak menimbulkan beban jangka panjang.

“Bukan berarti itu tidak penting, itu perlu, tapi ada waktunya. Yang paling penting saat ini adalah memilih prioritas terbaik,” kata Kalla.

Pernyataan tersebut menegaskan, efektivitas belanja negara menjadi kunci dalam menjaga stabilitas ekonomi nasional.

Di tengah tantangan global dan tekanan fiskal, ketepatan menentukan prioritas program dinilai menjadi faktor penentu arah pertumbuhan ekonomi Indonesia ke depan.

0 suka
0 bookmark
Google

Tambahkan Inilah.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.

Tambahkan Sekarang

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Inilah.com